Berbagi Berita Merangkai Cerita

Evi Apita Maya Buat Calon Petahana DPD Dapil NTB Tersungkur

0 74

MATARAM, DS – Dua calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan (dapil) NTB diprediksi bakal menggeser dominasi calon petahana anggota DPD Periode 2014-2019. Dua wajah baru itu, yakni H. Ahmad Sukisman Azmy dan Evi Apita Maya.

Keduanya, dari sejumlah tabulasi suara para calon DPD RI selalu berada peringkat pertama dan kedua. Sementara, pada peringkat ketiga dan keempat masih saling berebut antara calon petahana, Baiq Diyah Ratu Ganefi, Farouk Muhammad dengan tiga pendatang baru lainnya, yakni H. Irzani, Lalu Gede Syamsul Mujahidin dan mantan Ketua PGRI NTB H Ali Rahim.

Sedangkan, dua calon petahana lainnya, H. Lalu Suhami Ismy dan Hj. Robiatul Adawiyah, justru memiliki tren suara yang stagnan dengan selisih cukup jauh dari tujuh calon lainnya di atasnya.

“Dari data tabulasi yang kami miliki mencapai sekitar 60 persen hingga Minggu (28/4) malam maka suara Ibu Evi Apita Maya sudah menembus angka 213 ribu. Itu artinya, persaingan calon DPD RI hanya menjadi milik calon kami dengan pak Ahmad Sukisman Azmy,” ujar Liaison Officer (LO) atau pengubung kandidat calon DPD RI Evi Apita Maya, Marwan, menjawab wartawan, Senin (29/4).

Ia menyatakan, data yang masuk ditabulasi perhitungan merupakan data yang bersumber dari form DA-1 yang tersebar disemua kecamatan di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa. Menurut Marwan, khusus Pulau Sumbawa tercatat data yang sudah mendekati angka 80 persen adalah di dua kabupaten yakni, Dompu dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Data yang masuk, raihan suara kita di KSB berkisar 10 ribu, sementara di Dompu mencapai 21 ribu,” kata dia.

Marwan mengatakan kendati pleno rekapitulasi di Pulau Lombok belum rampung seluruhnya, pihaknya telah memiliki gambaran raihan suara Evi Apita Maya dari form DA-1 yang dikumpulkan para saksi. Diantaranya, Kabupaten Lombok Barat mencapai sekitar 40 ribu, Lombok Timur dari 20 kecamatan yang ada sebagai gambaran data yang sudah di peroleh dari 12 kecamatan angkanya sudah menembus 40 ribu.

Selanjutnya, Kota Mataram angkanya sudah mencapai 17 ribu, Lombok Tengah belum semua kecamatan masuk tapi dari satu kecamatan data suara yang masuk mencapai 11 ribu, KLU mencapai suara 19 ribu.

“Sementara, Kabupaten Sumbawa belum full data masuk angka suara yang sudah diperoleh mencapai 30 ribu. Begitupun Kabupaten Bima angka sementara sudah mencapai 34 ribu dan Kota Bima angkanya baru sekitar 6 ribu suara,” jelasnya.

Marwan menjelaskan, perlu mengklarifikasi data itu lantaran hingga kini banyak calon DPD RI yang mengklaim diri mereka unggul diberbagai media sosial. Padahal, informasi itu tidak benar alias simpang siur. Sebab, basis data yang mereka lontarkan sejauh ini masih sangat tidak berdasar.

“Kalau kami jelas, data perolehan suara kita by DA-1 yang diperoleh para saksi yang kita tempatkan di semua lokasi pleno rekapitulasi baik di kecamatan dan desa di semua wilayah NTB yang kita bagi dalam dua tim besar kewilayahan, yakni tim rekapitulasi Pulau Lombok dan Sumbawa,” tegasnya.

Ia merincikan, dari tabulasi data yang hingga kini terus dirampungkan pihaknya, pesaing utama Evi Apita Maya adalah Ahmad Sukisman Azmy. Hal itu lantaran adik kandung Bupati Lotim itu di satu kabupaten saja, yakni Lombok Timur sudah mencatatkan angka suara sebesar 175 ribu lebih.

“Kalau untuk calon DPD lainnya, kami tidak mau mendahului siapa yang jadi pesaing kami karena yang kita hitung di tabulasi kami selalu pak Sukisman yang terus bersaing dengan calon kami. Bedanya, pak Sukisman suaranya full di satu kabupaten saja, sementara calon kami hampir merata di semua wilayah kecamatan di NTB,” tandas Marwan.

Sementara itu, Evi Apita Maya, mengakui keberhasilannya mendulang suara signifikan pada pemilu 2019 kali ini lantaran pihaknya telah membentuk tim kerja sejak setahun lalu. Dimana, tim yang dibentuk kebanyakan merupakan para generasi millenial yang direkrut khusus yang terpantau bekerja solid dan masive di wilayahnya masing-masing.

“Memang kita jarang melakukan publikasi ke media terkait gerakan kita selama ini. Itu strategi, karena kita fokus pada gerakan menghimpun suara generasi millenial melalui diskusi rutin yang kita lakukan di kedai-kedai kopi yang biasanya menjadi tongkrongan para anak muda di NTB,” ujarnya.

Terkait banyaknya masyarakat yang memilihnya lantaran di foto yang tercantum di kertas suara pemilu 2019 dirinya paling menonjol kecantikannya dari para calon DPD lainnya. Evi mengaku, hal itu terserah masyarakat memberikan penilaiannya.

Meski demikian, perjuangannya merebut satu kursi dari empat kursi yang ada saat ini dipastikan bukan aji mumpung. Mengingat, dari blusukannya mulai dari Ampenan hingga Sape di ujung Pulau Sumbawa yang dilakukan selama ini hampir seluruh masyarakat banyak yang tidak mengenal calon DPD RI termasuk tupoksi mereka selama ini.

“Disinilah peluang saya menjelaskan hal itu terkait kinerja DPD kedepannya pada masyarakat. Dan syukur Alhamdulilah, di semua daerah-daerah yang pernah saya kunjungi, hampir suara saya sangat signifikan di TPS yang ada,” kata Evi.
Menyinggung cost politik, ia mengaku sangat minim lantaran banyak APK serta alat peraga kampanye justru disumbang oleh para koleganya.

“Kalaupun banyak foto saya bersama kepala daerah, itu karena memang saya sempat menjadi kader Partai Hanura, wajarlah posisi saya sebagai tim sembilan DPD Hanura NTB mengharuskan saya bertemu langsung dengan para kepala daerah di NTB, termasuk pak Gubernur. Itupun saya enggak dibantu langsung melainkan saya minta doa pada mereka atas ikhtiar dan perjuangan yang akan saya lakukan menjadi calon anggota DPD RI asal NTB,” jelasnya.

Evi menambahkan, keberhasilannya meraup suara signifikan saat ini, justru lahir dari restu ibunya yang sejak awal merestui dan mendoakan perjuangannya. Selain itu, kerja tim yang solid khusunya anak-anak HMI tempatnya bernaung selama ini.
“Tapi yang utama, pastinya ridho ibu itu lebih utama dari yang lainnya. Karena bapak saya sudah meninggal dunia, maka ibu lah tempat saya meminta restu dan ridho atas perjuangan saya selama ini,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply