Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 17 Feb 2017 01:43 WITA ·

Erica : Ayam Kita Aman


					Hj. Erica Zainul Majdi Perbesar

Hj. Erica Zainul Majdi

MATARAM, DS – Dalam urusan kebutuhan protein, ketergantungan Indonesia pada daging ayam terbilang besar. Namun demikian, kebutuhan daging ayam tersebut didominasi oleh ayam ras. Sementara ayam lokal atau yang lebih dikenal dengan ayam kampung, tingkat konsumsinya masih rendah atau hanya 6% dari total produksi unggas nasional.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, mengaku, prihatin atas kondisi itu. Sehingga, diperlukan kampanye kepada warga masyarakat di Indonesia, tak terkecuali di NTB terkait konsumsi ayam negeri (lokal) secara masive.
“Selama ini paradigma yang berkembang di masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu, bahwasanya ayam negeri kurang baik dikonsumsi karena tidak baik untuk kesehatan. Ternyata, itu nggak benar, ayam negeri kita khususnya yang lokal malah lebih aman,” ungkapnya disela-sela menghadiri rapat pendistribusian bantuan unggas guna menunjang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) PKK, Sabtu (4/2).
Erica mengakui, negara lain seperti China dan Thailand, justru lebih memprioritaskan keberadaan ayam lokal mereka sebagai sumber protein hewani strategis negaranya. Padahal, jelasnya, Indonesia memiliki banyak strain (jenis spesies) dibandingkan negara-negara lain.
“Data menunjukkan, di China ini 60% peternakan unggas itu ayam lokal, sisanya ayam ras, di Thailand juga demikian. Idealnya kontribusi ayam lokal untuk industri unggas itu 25%, kita baru 6% saja. Di Thailand contohnya, native chicken dikembangkan betul-betul. Padahal strain ayam lokal kita sampai 26, negara lain rata-rata 15 sampai 20 strain,” ujarnya.
Istri gubernur NTB itu menambahkan, daging ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau, mudah diperoleh, dan dapat diterima oleh semua golongan. Namun, konsumsi daging ayam dan telur per kapita masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. “Jadi, kampanye konsumsi daging ayam dan telur perlu terus dilakukan,” jelas Erica Zainul majdi. fahrul

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harganas 2022, Wagub NTB Ingatkan Jaga Sinergitas Tangani Stunting

29 Juni 2022 - 16:08 WITA

Wagub NTB Resmikan Puskesmas Pembantu di Lombok Barat

26 Juni 2022 - 06:38 WITA

Vaksin Perdana PMK, Wagub NTB Optimis Bisa Dikendalikan

25 Juni 2022 - 18:55 WITA

Di Desa Toya, Sebanyak 1.200 Ekor Sapi Disuntik

23 Juni 2022 - 18:30 WITA

Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi

10 Juni 2022 - 18:07 WITA

Ini Dia Desa Nol Stunting di Lotim NTB

10 Juni 2022 - 07:17 WITA

Trending di Kesehatan