Berbagi Berita Merangkai Cerita

Era Revolusi Industri 4.0, Cawabup Aksar : Milenial Harus Jadi Penggerak Ekonomi Loteng

50

MATARAM, DS – Generasi muda atau dikenal dengan istilah kaum milenial dalam kancah politik, harus diberikan ruang gerak untuk mengabdi dan memberikan segenap pemikirannya, demi kemajuan daerah untuk lima tahun ke depan.

Apalagi dalam dunia yang memasuki era revolusi industri 4.0 ini, pemuda harus menjadi penggerak dalam peningkatan ekonomi untuk menciptakan usaha-usaha baru dan melahirkan ekonomi kreatif di tengah-tengah masyarakat.

Bakal Calon Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) HL. Aksar Anshori mengatakan berbagai ide, kreatifitas, dan inovasi milenial sangat dibutuhkan oleh masyarakat hari ini. Pasalnya, mereka akan menjadi aktor utama dalam membuka lapangan pekerjaan di era teknologi ini.

“Pemuda menjadi guru bagi masyarakat, agar tercipta ekonomi kreatif yang lahir dari tangan-tangan pemuda dan ibu-ibu,” ujarnya menjawab wartawan, Kamis (23/7).

Mantan Ketua KPU NTB itu mengungkapkan, kaum milenial jangan hanya jadi basis massa yang digunakan oleh para peserta pemilu. Namun, harus diberikan ruang inovasi dan kreasi untuk sama-sama memikirkan kehidupan masyarakat di proses demokrasi hari ini. Pemuda harus jadi penggerak demokrasi dan penjaga demokrasi.

“Bukan hanya dalam politik, kaum milenial harus menjadi pencipta dalam melahirkan lapangan-lapangan pekerjaan dengan kreatifitas dan inovasinya dalam berfikir,” tegas Aksar.

Sekretaris PWNU NTB itu, mengatensi semangat kewirausahaan kalangan milenial di Kabupaten Lombok Tengah yang kini telah tumbuh dengan baik. Sebab, dari kunjungannya ke beberapa titik di Loteng, terlihat animo masyarakat khususnya generasi muda untuk berkiprah dalam ladang usaha justru kian menggeliat.

Aksar mencontohkan, di desa Jelantik terlihat anak-anak muda di wilayah setempat sudah mampu menghasilkan keuntungan dari usaha budi daya pertanian yang bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar terkait komoditi beras.

Hal serupa juga terjadi di wilayah lainnya. Dimana, dari usaha yang bersifat hobi semata. Diantaranya, tanaman bonsai, ayam petelur, burung murai dan walet, generasi muda itu telah mampu meraup keuntungan yang berlebih.

“Berpijak dari itu, saya berkomitmen akan fokus mengembangkan usaha milenial untuk bisa tumbuh dan berkembangnya kluster kewirausahaan generasi muda di tiap desa-desa di Loteng melalui program pemerintah daerah yang pro milenial, sehingga produk dan kreatifitas yang sudah generasi muda hasilkan akan bisa mendunia kedepannya,” jelas Aksar.

“Tentunya, pemda akan menyiapkan pasar dan permodalan serta peningkatan kompetensi bagi pelaku usaha generasi milenial itu secara proporsional dan berkeadilan,” sambung Lalu Aksar Anshori. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.