Berbagi Berita Merangkai Cerita

Enggan Borong Partai, Musyaifirin Atensi Paslon Ustad Nun-Mustakim Maju di Pilkada KSB

0 7

MATARAM, DS – Kendati memiliki elaktabilitas yang baik selama menjabat di KSB dalam lima tahun terakhir ini, pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana, Dr H.W Musyafirin MM-Fud Syaifuddin (Firin – Fud) memastikan tak akan melakukan aksi borong partai dalam Pilkada kali ini.

Bupati KSB Dr H.W Musyafirin menegaskan komitmennya untuk memberi ruang pada figur terbaik di KSB untuk maju dalam Pilkada kali ini. Sehingga, ia mengatensi kehadiran pasangan Nur Yasin atau akrab disapa Ustaz Nun bersama Mustakim Patawari yang akan maju dalam pilkada kali ini.

“Saat ini, ada tiga partai yang coba kita sisakan yakni, PAN, Demokrat dan PBB. Bagi kami, ini penting, sehingga, muncul figur alternatif untuk memberi ruang pada masyarakat KSB memilih figur pemimpin mereka untuk periode lima tahun kedepan,” ujar Musyafirin menjawab wartawan usai menghadiri rapat DPD I diperluas di Kantor DPD PDIP NTB di jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Selasa (14/1).

Ketua Bappilu DPD PDIP NTB itu mengatakan dari total sebanyak 25 kursi DPRD KSB, tercatat sekitar 19 kursi parlemen dari parpol yang memiliki kursi di DPRD KSB yang telah menyatakan mendukungnya dalam kontestasi pilkada kali ini.

Meski hitam putih berupa surat dukungan belum dikantongi, Musyaifirin berharap para parpol pendukungnya saat Pilkada KSB tetap solid. “Memang PKB memaksa ikut ke gerbong kami termasuk Partai Gerindra. Tapi, kami sudah bilang jika ada kader terbaiknya, silahkan untuk diusung juga. Karena, adanya pasangan Ustad Nun-Mustakim membuat kompetisi Pilkada kali ini menjadi kian sehat,” kata dia.

Musyaifirin memastikan akan tetap kompak maju dengan pasangannya saat ini. yakni, Wabup Fud Syaifuddin. Hal itu merujuk keinginan masyarakat kelas bawah yang menghendakinya untuk tampil bersama pasangan yang ada saat ini.

“Kalau kami sebelum memutuskan berpasangan, kami pastikan kondisi masyarakat kelas bawah. Dan sekali lagi, pasangan Ustaz Nun-Mustakim ini bukan pasangan boneka karena kedua figur ini adalah sama-sama kader partai dan bukan kami yang mendisainya, sehingga muncul pasangan panantang,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply