Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Empat Kandidat Diperkirakan akan Tarung Rebut Kursi Golkar NTB

0 13

MATARAM, DS – Konstalasi politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi NTB kian menghangat. Sejumlah figur yang bakal maju sebagai kandidat calon Ketua DPD I Golkar NTB dalam Musda yang akan digelar pada awal bulan Maret mendatang mulai terang benderang.

Figur calon yang akan menakhodai Golkar NTB yang disebut-sebut akan maju di antaranya Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaedah dan Bupati Lombok Tengah, H.Suhaili FT yang akan maju untuk periode keduanya. Selain itu, Korwil DPP Golkar untuk NTB, Hj Sari Yuliati yang kini menjadi anggota DPR RI bakal turun gelanggang untuk maju dalam persaingan merebut kursi Ketua Golkar NTB tersebut.

Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan beredarnya nama-nama tersebut di internal kader Golkar saat ini. Dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB dalam musda nanti, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai, ada 14 suara yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I, yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se NTB, kemudian satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar.

“Yang bisa menjadi calon ketua DPD I itu adalah mereka yang pernah jadi pengurus Golkar minimal satu periode baik di tingkat DPD II, DPD I maupun di DPP. Jadi kalau orang luar tiba-tiba mau nyalon, sementara tidak pernah jadi pengurus ya ndak bisa. Kecuali DPP menentukan lain itu, ada semacam diskresi. Tapi kita harapkan semua kandidat itu muncul, boleh saja orang luar, itu artinya Golkar banyak dilirik orang. Tapi yang jelas bunyi persyaratan Golkar seperti itu, pernah jadi pengurus,” ujar Misbach, Selasa (25/2).

Ia menegaskan tidak ada aturan partai yang mengharuskan ketua Golkar adalah kaum lelaki. Menurut Misbach, saat ini di sejumlah wilayah terdapat empat orang Ketua DPD Golkar adalah perempuan. “Jadi, enggak benar informasi yang menyebutkan jika Golkar itu menolak gender. Buktinya, kita punya empat Ketua DPD Golkar. Salah satunya di Provisi Sulewesi Utara (Sulut),” ungkapnya.

Ia berharap dengan bermunculnya banyak figur, pilihan kader Golkar terkait siapa yang pantas menahkodai DPD Golkar NTB akan semakin banyak. Misbach pun tak mempersoalkan jika nantinya Ketua DPD Golkar NTB dipilih tidak menggunakan votting namun dipilih secara aklamasi.

“Kalau aklamasi itu kan lebih baik. Saya mendukung jika pakai pola itu, kan sama kayak di Provinsi Bali, jadi bisa adem organisasi karena memang figurnya sangat pantas memimpin,” ucapnya. “Tapi, kalau saya enggak minat menjadi Ketua DPD Golkar NTB, kecuali jika memang dikehendaki oleh pemilih aklamasi dan ditunjuk saya, kenapa enggak. Tapi, kalau maju bertarung, masih banyak kader Golkar yang mumpuni saat ini,” sambung Misbach Mulyadi. RUL.

Leave A Reply