Berbagi Berita Merangkai Cerita

Eksistensi Perikanan di Wilayah Selatan, 11 Kapal Didatangkan

0 24

Lombok Timur merupakan kabupaten yang terluas di Pulau Lombok dengan populasi penduduk yang tertinggi. Kabupaten yang beribu kota di Selong ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Alam pegunungan, persawahan dan biota laut yang dimiliki menjanjikan surga apabila dikelola dengan baik dan tepat guna.

KRISMA AG

Di wilayah utara dan tengah misalnya, kawasan Gunung Rinjani memberikan peluang pengembangan usaha di sektor pertanian dan juga pariwisata yang selama ini telah mulai digalakkan pemerintah bersama masyarakat. Sementara itu, di wilayah selatan didominasi dengan potensi kelautan dan perikanan.

Beberapa kawasan di wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru menjadi daerah pengembangan usaha perikanan. Hasil laut yang dimiliki sangat melimpah dan mendukung pengembangan usaha perikanan. Ditambah lagi dengan sumber daya manusia yang ada di kawasan tersebut yang dinilai cukup memiliki kemampuan dalam menggerakkan usaha di sektor perikanan.

Mengingat potensi itu, Pemerintah Daerah Lombok Timur sangat memperhatikan perkembangan usaha perikanan yang dijalankan masyarakat di sebagian besar wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru. Untuk menopang usaha yang dikembangkan warga, pemerintah secara berkelanjutan memberikan aneka jenis bantuan bagi masyarakat, baik yang bersifat perorangan maupun bantuan berkelompok.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur selaku perpanjangan tangan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat tak pernah berhenti mengupayakan agar kapasitas para nelayan di kawasan ini dapat ditingkatkan. Upaya-upaya pelatihan atau bimbingan teknis kerap diberikan bagi warga nelayan guna meningkatkan kemampuan dan wawasan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan yang digeluti, tanpa melupakan penggelontoran bantuan sarana produkdi maupun bantuan lainnya.

Pembangunan yang dijalankan pemerintah, tentunya dengan memperhatikan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Karena memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha perikanan, kawasan Kecamatan Keruak dan Jerowaru diplot untuk pengembangan usaha perikanan sehingga menjadi target prioritas dalam peluncuran bantuan di sektor ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Tasywiruddin, mengemukakan untuk masyarakat di wilayah selatan, Pemerintah Daerah telah banyak mengarahkan program bantuan seperti pelatihan budidaya rumput laut, pelatihan-pelatihan manajemen budidaya dan beberapa pelatihan usaha lainnya.

Dalam hal usaha budidaya rumput laut ini, juga bantuan sarana budidaya berupa longline, patok dan rakit. Begitu juga dengan pengadaan bibit, pembangunan selasar pengikatan rumput laut, pembangunan lantai jemur dan para-para penjemuran rumput laut.

Tidak berhenti sampai dengan proses produksi, pun diberikan bimbingan terkait pengolahan rumput laut yang disertai dengan bantuan peralatan pengolahan di sentra-sentra budidaya rumput laut di Teluk Serewe, Teluk Ekas dan di wilayah Sekaroh.

“Karena pembangunan itu memperhatikan potensi wilayah, banyak program bantuan pengembangan usaha perikanan dan kelautan yang diarahkan ke wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru,” ungkap Muhammad Tasywiruddin kepada Tabloid ini di Selong, Selasa (11/4).

Sementara itu, usaha budidaya Ikan Kerapu, Bawal Bintang yang dikembangkan warga di Telong-Elong dan Teluk Ekas, dibantu keramba jaring apung (KJA), baik yang terbuat dari bambu maupun berbahan HDPE. Karena mendapatkan perhatian dari pemerintah, usaha budidaya Ikan Kerapu ini juga dikembangkan oleh masyarakat di Maringkik dan Telone. Bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan juga tidak hanya pada pengadaan Keramba Jaring Apung saja, pun bibit Ikan Kerapu dan Bawal Bintang, termasuk bantuan pakan.

Perkembangan usaha perikanan masyarakat di wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru terus menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Para nelayan sudah tidak lagi hanya menangkap ikan lalu menjualnya ke tengkulak dengan harga yang rendah. Saat ini, kemampuan para nelayan dari sisi teknik penangkapan maupun pengelolaan hasil tangkap sudah mulai meningkat. Di sisi lain, banyak usaha yang dikembangkan nelayan, selain usaha menangkap ikan di laut.
Khusus bantuan bagi masyarakat nelayan, tak jarang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur menjemput bantuan lintas kementerian seperti di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan di tempat lainnya.

11 Kapal akan Didatangkan untuk Nelayan Lotim

Beberapa kapal besar 20 GT sudah diberikan pemerintah bagi nelayan. Begitupun untuk tahun ini, menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Ir. H. Sabri, sebanyak 11 kapal akan didatangkan untuk nelayan Lombok Timur dari Pemerintah Pusat.

Hal ini tidak lepas dari usaha di sektor perikanan sudah mulai mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tahun 2015 lalu, tercatat sebanyak 174 Kelompok Usaha Bersama (KUBe) perikanan asal Lombok Timur yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jumlah itu belum ditambah dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok nelayan baru yang mulai bermunculan karena melihat keberhasilan kelompok nelayan lainnya sudah terbentuk lebih dahulu.

Keberhasilan usaha perikanan yang dikembangkan masyarakat di wilayah selatan menjadi daya pikat yang baik bagi masyarakat yang tinggal di garis pantai wilayah utara. Masyarakat di kawasan Sambelia sekarang sudah mulai beralih profesi dari bercocok tanam menjadi nelayan. Sebab, bercocok tanam memerlukan waktu yang cukup lama dan modal usaha yang besar dengan hasil yang terkadang tidak bisa diprediksi.

“Sekarang sudah banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi nelayan. Sebab kalau jadi nelayan, modalnya ringan, ikan selalu tersedia di laut. Tanpa dibudidaya pun, ikan selalu tersedia,” katanya.

Sebaliknya kalau bercocok tanam, petani perlu pupuk, obat-obatan dan terus menjaga tanamannya hingga panen. Hasilnya juga belum tentu menguntungkan. “Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang membuat sejumlah warga yang tinggal di garis pantai di wilayah Sambelia beralih menjadi nelayan,” tutur H. Sabri.

Menjadi nelayan saat ini cukup menggiurkan dan menjadi mata pencaharian yang menjanjikan kesejahteraan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membantu usaha penangkapan dan budidaya ikan. Untuk melaut saja, nelayan akan dilengkapi dengan mesin sampan yang berkekuatan tinggi, tak perlu lagi mengayuh sampan dengan tenaga sendiri yang melelahkan. Dan yang membuat nelayan semakin diuntungkan adalah sejumlah sarana prasarana yang berbasis teknologi tersebut disebarkan pemerintah dan tidak sedikit yang diterima secara cuma-cuma.

Bantuan berupa kapal, sampan, mesin ketinting, jaring maupun alat tangkap lainnya merupakan menu utama yang diberikan pemerintah setiap tahunnya. Bantuan-bantuan tersebut juga masih ditambah dengan bantuan yang mengedepankan kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan nelayan untuk mempermudah usaha penangkapan ikan dengan hasil yang maksimal. Sebut saja, bantuan rumpon yang berguna untuk memikat ikan-ikan untuk berkumpul di satu tempat. Sehingga, nelayan akan sangat mudah menangkapnya.

Selain rupon yang sudah banyak disebar ke nelayan, pemerintah juga memberikan bantuan GPS, Fish Finder dan Line Hauler yang semuanya bermanfaat untuk memudahkan kerja nelayan dalam menangkap ikan yang banyak. Dengan bantuan-bantuan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi ini, nelayan akan semakin maju dengan hasil tangkapan yang banyak. Termasuk, bantuan kendaraan penyimpanan ikan yang akan menjaga kesegaran ikan sepanjang hari karena dilengkapi pendingin yang bagus.

Leave A Reply