Jumat , 15 November 2019
Home / Ekonomi / TMMD 106 Buat Sikap Gotong Royong di Desa Bangkit Lagi
Wabup Loteng H. Lalu Pathul Bahri (tengah) saat menerima audiensi Kodim 1620 Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto

TMMD 106 Buat Sikap Gotong Royong di Desa Bangkit Lagi

LOTENG, DS – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun anggaran 2019 wilayah Kodim 1620/Loteng resmi ditutup pada Kamis (31/10) lalu. Meski demikian, sejumlah fakta-fakta yang mengandung nilai-nilai kemasyarakatan terkait kegiatan sebulan tersebut masih tertanam di benak masyarakat Lombok Tengah.

Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengaku, TMMD merupakan bagian dari sinergitas antara Pemda Loteng dengan TNI dengan menunjukan nilai-nilai gotong royong di tingkat desa yang tidak boleh punah dan hilang. “Bagi kami, nilai-nilai sinergitas ini terus akan dilanjutkan, termasuk penganggaran kelanjutan program itu kedepannya,” ujar Pathul menjawab wartawan, Jumat (1/11).

Menurut dia, sejumlah akses-akses sasaran fisik yang dihajatkan bagi masyarakat sudah menjadi inventarisasi pihaknya. Sehingga, dengan demikian, pemda setempat akan melanjutkan pembangunannya untuk mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Diantaranya, pada bidang pertanian dan pendidikan.

“Khusus, desa-desa yang belum memiliki sasaran fisik harus segera terindentifikasi. Sehingga pada tahun 2020 bisa dianggarkan lebih besar, karena multi efeknya yang sangat luar biasa terhadap pembangunan,” kata Pathul.

Terpisah, Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto selaku Dansatgas TMMD ke 106 Lombok Tengah menjelaskan, berakhirnya TMMD kali ini, bukan berarti selesai kegiatannya.

Sebab, diharapkan pihak Pemda menindaklanjuti khsusunya pembukaan jalan menjadi jalan yang diperkeras atau di aspal untuk jalan pertanian sehinga berkalanjutan dan menjadi lebih bagus.

Apalagi, kata Prastiwanto, selama pelaksanaan TMMD tidak ada kendala yang berarti. Sebab, antusias masyarakat untuk bergotong royong luar biasa, termasuk para pemilik tanah menghibahkan tanahnya dengan ikhlas dijadikan jalan.

“Setelah dibuatkan jalan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat seperti harga tanah menjadi naik, adik-adik sekolah bisa langsung menggunakannya menuju sekolahan tanpa harus berputar, dan para petani juga bisa mengurangi biaya operasionalnya baik dalam pengangkutan bibit maupun pupuk, serta hasil produksinya. Semoga pemkab Loteng bisa melanjutkan proyek bagi masyarakat yang sudah kami mulai pengerjaan awalnya itu,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: