Senin , 19 Agustus 2019
Home / Ekonomi / Tim Gabungan Pangan Cek Bawang Putih Impor di Pasar Mataram

Tim Gabungan Pangan Cek Bawang Putih Impor di Pasar Mataram

MATARAM, DS – Sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Mataram diantaranya, pasar Kebon Roek Ampenan, Pasar Pegesangan dan Pasar Mandalika didatangi Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan NTB bersama jajaran Polda NTB pada Rabu (8/5). Langkah bersama tim itu untuk turun mengecek langsung stok pasar bawang putih impor yang menurut kabarnya telah masuk dari Pulau Jawa.

“Kami turun ini untuk mengecek kabar adanya stok impor bawang putih masuknya hari ini. Karena itu, bersama tim satgas pangan, kita turun ke pasar-pasar untuk mengecek stok dan harganya,” ujar Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah, menjawab wartawan.

Ia menyatakan, stok impor yang masuk ke NTB sudah dapat menyuplai kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Hal ini sesuai kalkulasi dari pemerintah daerah.

“Ini kan bertahap (distribusi bawang putih impor), bahkan mungkin stok akan terus bertambah,” ucap Feri.

Ia menegaskan, masuknya stok impor ke NTB menjadi solusi pemerintah dalam mengatasi kelangkaan barang yang berdampak pada kenaikan harga sampai berkisar Rp 60-Rp100 ribu perkilogramnya.

“Pasti itu akan pengaruh, harga yang sekarang tinggi, pasti akan turun perlahan,” tegas Feri.

Selain bawang putih, komoditas bahan pokok yang juga menjadi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa turut menjadi sorotan tim satgas pangan. Komoditas tersebut antara lain, cabai, telur dan daging sapi.

Dari pantauan Rabu siang di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, NTB, tidak sedikit para pedagang menjual bawang putih jenis impor, yang struktur umbinya lebih berisi dibandingkan barang lokal.

Namun harga jual bawang putih di salah satu pasar induk NTB ini tidak selalu dilepas dengan harga Rp100 ribu. Bila direntang hargakan, bawang putih mulai terjual di kisaran Rp65 ribu perkilogramnya.

Untuk mengatasi lonjakan harga bawang putih di pasar, Dinas Perdagangan NTB telah memesan sebagian kuota bawang putih impor nasional yang kabarnya datang dari Tiongkok sebanyak 84.000 ton.

Masuknya bawang putih produk Tiongkok ini merupakan realisasi dari persetujuan impor yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada importir dengan total volume 115.000 ton.

Dengan adanya pasokan impor, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Putu Selly Andayani berharap harga pasar bawang putih yang saat ini sudah tergolong mahal, bisa kembali normal. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Balai Kriya Dekranasda Diresmikan Hj.Mufidah Kalla

MATARAM,DS-Hj. Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), menyambut baik dan memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: