Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Ekonomi / Stok Bapok NTB Aman dan Terkendali
Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (kiri) saat memaparkan strategi dan kondisi bapok jelang Maulid, Natal dan Tahun Baru 2019 pada Rakert TPID NTB

Stok Bapok NTB Aman dan Terkendali

MATARAM, DS – Pemprov melalui Dinas Perdagangan NTB menjamin stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) masih terjaga. Saat ini, terpantau, posisi stok beras masih bisa mencukupi hingga 20 bulan kedepan.

“Insya Allah, kami menjamin stok bapok aman menghadapi Maulid Nabi Muhamad, Natal dan Tahun Baru di NTB,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Hj. Putu Selly Andayani menjawab wartawan di ruang kerja, Jumat (1/11).

Ia mengtakan, sejatinya tim penanggulangan inflasi daerah (TPID) NTB yang terdiri dari berbagai stakeholder terkait seperti pemprov NTB, Bank Indonesia, BPS, Bulog, Kepolisian dan lainnya telah menggelar rapat koordinasi mengantisipasi terjadinya inflasi pada HKBN tersebut.

Kegiatan yang bertema high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB itu dilangsungkan di Aula Kantor Bank Indonesia yang dihadiri seluruh pemda kabupaten/kota pada Kamis (31/10) petang lalu.

Menurut Hajjah Selly, beberapa komoditi yang menjadi penyumbang inflasi saat Maulid, Natal dan Tahun Baru dan diantisipasi adalah, daging ayam, telur ayam, gula, beras, minyak goreng dan daging. Sementara yang lainnya juga mempengaruhi tapi tidak dominan seperti yang disebutkan tersebut.

Oleh karena itu, raker TPID yang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya perlu terus dilakukan. Hal ini semata-mata untuk mengendalikan inflasi. “Inflasi harus kita kontrol agar tidak terjadi inflasi yang berlebihan di 10 kabupaten/kota di NTB. Jadi raker itu bertujuan membahas strategi menanggulangi inflasi yang akan terjadi tapi sudah kita antisipasi,” tegasnya.

Hajjah Selly mengaku, sejumlah strategi untuk menstabilkan harga. Salah satunya yakni, memasifkan kegiatan pasar murah pada titik-titik yang merupakan daerah padat penduduk. Oleh karena itu, pemda kabupaten/kota perlu terus melakukan koordinasi dengan Disdag Provinsi. Sehingga, intervensi pasar akan bisa dilakukan secepatnya.

“Misalnya, ada suatu daerah yang kesulitan telur dan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Maka, peran kami di provinsi adalah siap membantu untuk distribusinya,” kata dia.

Ia mencontohkan intervensi yang telah dilakukan pihaknya terkait operasi pasar semen yang beberapa bulan lalu sempat harganya melambung dan dikeluhkan oleh masyarakat di sejumlah wilayah di NTB.

Namun lantaran, ada laporan terkait sulitnya semen diperoleh maka intervensi pun dilakukan Disdag NTB dengan menggandeng aparat kepolisian. “Hasilnya, kelihatan, yakni operasi pasar semen beruntun dua minggu kita lakukan secara masive berdampak pada stabilnya harga semen. Sehingga, Alhamdulillah masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan semen merasa terbantu dengan OP yang kita lakukan tersebut,” jelas Hajjah Selly.

Berdasarkan pengalaman empiris, harga bapok pada periode menjelang Maulid, Natal dan Tahun Baru biasanya naik signifikan karena permintaan masyarakat terhadap barang tersebut akan bisa jauh-jauh hari bisa diantisipasi, sepanjang semua pemda kabupaten/kota di NTB serentak mengadakan pasar murah di pemukiman penduduk. “Jika strategi itu kita lakukan dengan terus ada koordinasi kayak gini, maka saya yakin fluktuasi harga bisa kitaa kendalikan. Sebab, posisi bapok kita memang aman terkendali,” tandas Hajjah Selly Andayani. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hari Pangan Sedunia, Sinergi dan Komitmen Harus Ditingkatkan

Lombok Timur,DS – Peringatan Hari Pangan Sedunia Atau Indonesia World Food Day 2019 yang digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: