Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Ekonomi / Soal Pernyataan Kadis Peternakan Tolak Kebijakan Pusat Rachmat : “Jangan Nanggung Nolak, Kalau Bisa Seluruh Program Pusat ke NTB Ditolak Aja Seluruhnya”
H. Rachmat Hidayat

Soal Pernyataan Kadis Peternakan Tolak Kebijakan Pusat Rachmat : “Jangan Nanggung Nolak, Kalau Bisa Seluruh Program Pusat ke NTB Ditolak Aja Seluruhnya”

MATARAM, DS – Pernyataan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) NTB Hj. Budi Septiani yang bersikukuh menolak daging impor masuk dengan alasan NTB telah swasembada daging sejak tahun 2011, menuai reaksi keras H. Rachmat Hidayat.

Anggota DPR RI Dapil NTB menilai alasan untuk melakukan penolakan terhadap kebijakan pusat tersebut tidak berdasar. Sebab, masuknya daging impor sangat dibutuhkan oleh rakyat Mataram sehingga Pemkot setempat sejak jauh-jauh hari mengajukan permintaan guna memenuhi kebutuhan warganya.

Hingga kini produksi daging sapi lokal dirasa belum mampu memenuhi kebutuhan dari banyaknya permintaan warga NTB. Selain itu, program industriliasasi produk yang diprogramkan pemprov masih sebatas jargon semata.

“Kalau memang mau stop masuknya daging impor, maka jangan setengah-setengah lah. Sekalian saja semua program dari pemerintah pusat lainnya yang masuk NTB, ya ditolak juga. Kan fair namanya,” ujar Rachmat menjawab wartawan, Sabtu (22/6).

Ketua DPD PDIP NTB itu menyatakan, ide awal diluncurkannya program daging impor dari pemerintah pusat itu untuk menyetabilkan harga daging yang selama ini selalu fluktuatif dan cenderung naik, sehingga jika tidak ada intervensi pemerintah maka, masyarakat yang aka dirugikan.

“Yang utama, adanya program daging impor ini, muaranya untuk menekan inflasi,” kata Rachmat.

Ia menyarankan, jika pemprov NTB melalui Kepala SKPD terkait konsisten menolak program daging import yang telah diprogram oleh pemerintah pusat. Itu berarti, warga NTB sudah mandiri dan tidak lagi membutuhkan adanya bantuan dan program Pemerintah Pusat.

“Kalau ngomong itu tentu ada konsekuensinya. Ngerti enggak. Jika tolak daging import, maka adanya dana dari pusat yang masuk ke NTB selama ini. Antara lain, dana APBN, bantuan DAK infrastruktur, percepatan Mandalika Resort berupa pembangunan sirkuit MotoGP, pelebaran runway Bandara Internasional Lombok (BIL), percepatan dana bantuan gempa dan program lainnya, termasuk bantuan untuk siswa dan para guru-guru di NTB, ya ditolak dan distop juga,” jelas Rachmat.

“Jadi, kalau ngomong itu ada konsekuensinya. Jadi tetap fairlah, kalau nolak satu, ya tolak aja semua program dan bantuan yang masuk ke NTB selama ini,” tambahnya.

Rachmat menuturkan, saat Rakernas DPP PDIP di Ballrom Kantor DPP PDIP di Jakarta pada Rabu (19/6) lalu, Presiden Jokowi dihadapan para peserta, termasuk dirinya mengaku, kendati perolehan suaranya saat Pilpres lalu, kalah telak bila dibandingkan rivalnya Prabowo di NTB, namun Jokowi merasa senang mengunjungi NTB.

Hal itu, lantaran Presiden menyatakan, menyintai masyarakat NTB. Mengingat, provinsi NTB adalah bagian dari NKRI yang perlu ada sentuhan pembangunan dari pemerintah.

“Kata Presiden, Pak Rachmat meski saya kalah di NTB, tapi itukan politik. Karena rakyat NTB itu adalah rakyat saya juga, sehingga kue pembangunan harus dirasakan oleh masyarakat NTB. Itulah alasan kenapa saya sering datang dan mengunjungi NTB selama ini,” tandas Presiden Jokowi pada peserta Rakernas DPP PDIP.

Sebelumnya, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) NTB Hj. Budi Septiani seperti yang dimuat salah satu media lokal di Mataram mengatakan, tetap menolak daging impor masuk dengan alasan NTB telah swasembada daging sejak tahun 2011. Masuknya daging impor, terutama di Kota Mataram juga diketahui oleh pemkot Mataram.

Padahal, diketahui jika CV. Delapan-delapan sebagai salah satu distributor daging impor bersama Perum Bulog Divre NTB telah mengajukan permintaan agar Dinas Peternakan provinsi NTB menyetujui daging impor masuk. Tetapi kepala dinas menyatakan menolak masuknya daging impor tersebut ke NTB. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bangun Jalan Dua Dusun di Loteng Hasil Hibah Warga TNI dan Masyarakat Bersinergi

LOTENG, DS – Pengerjaan pembukaan jalan baru sepanjang 1.450 meter yang menghubungkan dua dusun di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: