Minggu , 22 September 2019
Home / Ekonomi / Seminggu Semen Langka, Pembangunan RTG di NTB Terancam Molor
Kadis Perdangangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (kanan) saat turun ke Pelabuhan Lembar mengecek kondisi bongkar muat semen

Seminggu Semen Langka, Pembangunan RTG di NTB Terancam Molor

MATARAM, DS – Progres pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di berbagai wilayah di NTB yang kini telah memasuki pekerjaan akhir, terhambat. Sejak seminggu terakhir ini, kelangkaan semen terjadi di berbagai wilayah sehingga, target pembangunan yang kini tinggal sekitar 47 ribu rumah yang masuk katagori rusak berat bakal berjalan molor.

“Jika biasanya pembangunan RTG bisa mencapai 1000 perharinya, karena semen langka, maka pemasangan panel rumah tidak akan bisa terpasang,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H. Ahsanul Khalik menjawab wartawan, Senin (9/9).

Ia mengaku telah melakukan monitoring ke berbagai wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok. Mulai, KLU, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, umumnya semua aplikator pelaksana RTG mengeluhkan semen yang langka di pasaran.

“Kelengkaan ini untuk semua jenis merek semen. Wajarlah, terhambat progres pembangunan kita karena semen menjadi bahak baku vital dalam membangun RTG ini,” kata Ahsanul seraya menambahkan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kelangkaan semen tersebut. Salah satunya dengan Kepala Dinas Perdagangan NTB beberapa hari lalu.

“Ibu Kadis Perdagangan berjanji ke saya akan melakukan sidak ke pelabuhan Lembar dan sejumlah distributor terkait faktor kelangkaanya. Semoga ada solusi atas persoalan ini,” ucap Ahsanul.

Sidak

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB sekaligus Ketua Tim Gabungan NTB Hj. Putu Selly Andayani telah melakukan sidak ke berbagai tempat menyikapi kelengkaan semen itu. Kata Selly, dalam prosesnya, Informasi yang diperoleh dari pimpinan gudang penyimpanan semen merek Tiga Roda di Pelabuhan Lembar menyebutkan kelangkaan semen disebabkan ada pemeliharaan mesin pabrik produksi di Tanjung, Kalimantan Selatan. Hal itu berdampak pada volume pasokan di NTB. Namun bisa diatasi dengan pengisian di Citeureup, Jawa Barat.

Dalam proses pengawasan tersebut, diperoleh pula informasi ada hambatan distribusi akibat kecilnya kapasitas bongkar pada pelabuhan barang di Pelabuhan Lembar.

“Kondisi tersebut disebabkan ada penambahan bongkar kapal muat orang sehingga berpengaruh pada bongkar muat barang, terutama bongkar kapal pengangkut semen,” ujarn Selly menjawab wartawan, Senin (9/9) kemarin.

Dia mengungkapkan permintaan semen Tiga Roda memang sedang tinggi.

“Kalau untuk semen curah tidak ada masalah karena kapal yang mengangkut semen merek Bosowa sedang parkir di dermaga. Mudah-mudahan masalah bongkar muat segera bisa diatasi oleh pihak terkait,” tuturnya.

Pasokan semen merek Tiga Roda di Pulau Lombok saat ini sebanyak 36 ribu ton per bulan yang dikirim lewat Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 20 ribu ton dan dari Kalimantan 16 ribu ton.

Sementara itu, stok semen merek Bosowa sebanyak 30 ribu ton per bulan, terdiri atas 20 ribu ton dalam kemasan dan 10 ribu ton dalam bentuk curah. Proses distribusinya masih normal.

Meski demikian, pihaknya  bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB akan terus melakukan penelusuran terkait penyebab kelangkaan semen di wilayah tersebut.

“Penelusuran tersebut dilakukan karena ada informasi terjadi kelangkaan semen di pasaran. Kami ingin tahu apa penyebabnya. Dan ini akan terus kawal,” tandas Selly Andayani. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Resmikan Enam Sekolah Bantuan Yayasan Media Group

Lombok Utara,DS – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan enam sekolah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: