Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Ekonomi / Sebanyak 196.870 Jiwa di Lotim Masih Miskin
Rumaksi pada Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Lotim

Sebanyak 196.870 Jiwa di Lotim Masih Miskin

SELONG, DS-Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 sebesar 16,55 % atau 196.870 jiwa. Kondisi ini berada pada posisi ke 9 dari 10 kabupaten/kota se NTB.

Hal itu dikemukakan Wakil Bupati H. Rumaksi SJ, SH., pada Rakor Penanggulangan Kemiskinan Basis Data Terpadu sebagai upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Lombok Timur, Selasa (3/12). Rakor dipimpin Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi SJ, SH. sekaligus sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Lombok Timur. Hadir para wakil rakyat setempat, asisten, anggota Tim TKPKD, kepala OPD, camat dan para pemerhati kemiskinan Kabupaten Lombok Timur.

Rumaksi mengemukakan prosentese kemiskinan di Lotim berselisih 0,12% dengan kemiskinan provinsi. Prosentasi penduduk miskin Lotim tahun 2014 sampai dengan 2018 menunjukan angka linier yakni dari 19% di tahun 2014 menjadi 19,14% selanjutnya mengalami penurunan hingga menjadi 16,55% di tahun 2018. .

Rumaksi menjelaskan posisi relatif garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi. Pada grafik posisi relatif Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp 414.721- lebih tinggi dari Garis Kemiskinan Provinsi sebesar Rp. 365.901 dan Nasional Rp 401.220. Perkembangan garis kemiskinan Kabupaten Lombok Timur dari tahun 2014 sebesar Rp. 335.651 terus mengalami peningkatan menjadi 414.721 di tahun 2018.

Dampak kenaikan harga beras, ungkap Rumaksi, sangat berpengaruh pada peningkatan tingkat kemiskinan. Setiap 10% kenaikan harga beras mengakibatkan peningkatan tingkat kemiskinan sebesar 0,8%. Oleh karenanya, tekanan Inflasi pada harga beras — misalnya karena gagal panen — dapat memiliki konsekuensi serius bagi yang miskin atau hampir miskin.

“Jumlah penduduk miskin Lombok Timur sebanyak 196.870 jiwa menurut BPS 2018 sedangkan jumlah penduduk rentan miskin sebanyak 510.546 jiwa berdasarkan BDT 2017,” katanya.

Dalam upaya penaggulangan kemiskinan, beberapa prinsip kebijakan diterapkan pemerintah diantaranya menurunkan beban pengeluaran penduduk miskin melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Akses Pangan (restra/BPNT), Akses Pendidikan (Kartu Indonesia Pintar), Akses Kesehatan (Kartu Indonesia Sehat) serta akses penerangan (Subsidi listrik tepat sasaran, dan meningkatkan pendapatan penduduk miskin melalui akses pembiayaan KUR, pendampingan usia sektoral (KUBE) serta dan pengembangan ekonomi lokal (dana desa). Selain itu, upaya strategis untuk meningkatkan efektifitas program penanggulangan kemiskinan yakni dengan ketepatan sasaran dan mekanisme program serta kwalitas implementasi ungkap Rumaksi.

Menurut Rumaksi, Kabupaten Lombok Timur telah menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 14,05% ditahun 2023. “Itu bukan pekerjaan gampang,” ungkapnya seraya menambahkan angka kemiskinan kabupaten Lombok Timur masih 16,55% dan menduduki pringkat kedua terbesar di NTB bersaing dengan KLU.

“Tentu hal ini bukan hal yang membanggakan, namun memprihatinkan,” cetusnya.Kondisi ini, merupakan cermin untuk segera membenahi diri.”Namun tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan yang lain penurunan kemiskinan adalah mustahil,” ujar Rumaksi.

Dalam upaya mencapai target tersebut agar diptimalkan fungsi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur serta mengawal keberhasilan 13 program prioritas penanggulangan kemiskinan. Disamping itu menyusun Strategis Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SKPD) yang sinergi dengan RPJMD yang memuat arah kebijakan penanggulangan kemiskinan 5 tahun.

“Untuk TKPKD agar segera melalukan langkah-langkah perbaikan terhadap pelaksanaan program penaggulangan kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur serta menggunakan dan memanfaatkan basis data terpadu dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan DTKS ( data terpadu kesejahteraan sosial) dari Kementerian Sosial sebagai acuan data sasaran dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan,” paparnya.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Latih Perempuan Mapak Dasan Belajar Sekolah Sampah ke Gelisah Selly Ajak Perempuan Mataram Kreatif Kelola Sampah

MATARAM, DS – Setiap harinya rata-rata volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 400 ton. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: