Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Ekonomi / “Pertanian Irigasi Tetes” Terobosan Baru Wujudkan NTB Gemilang
Wagub memberikan sambutan pada pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB

“Pertanian Irigasi Tetes” Terobosan Baru Wujudkan NTB Gemilang

KLU,DS-Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkiflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus mengeluarkan terobosan-terobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang. Salah satunya bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

“Alhamdulillah, hari ini tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, kita sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation. Ini pertanian industri 4,0 karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali.  Produksinya pun dapat  ditingkatkan 20%, sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,  pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/9/2019) di Dusun Batu Keruk, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini menyebutkan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas khususnya dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat kita akan bisa meningkatkan produktifitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi pertanian,” jelasnya. Apa yang kita lakukan hari ini, lanjut Umi Rohmi, merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini.

“Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB pada intinya adalah bagaimana memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB. Selain meningkatkan jumlah produksi,  juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian. “Sehingga, kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB, Ir. Husnul Fauzi mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu mensukseskan industrialisasi pertanian ini. “Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani,” sebutnya.

Di lahan seluas 200 hektar yang menjadi lokasi dimulainya penerapan sistem irigasi tetes ini akan ditanami jagung yang memiliki potensi besar untuk tumbuh di lahan tersebut. “Ini sebagai langkah awal industrialisasi pertanian NTB,” tuturnya.

Di Desa Akar-akar ini juga akan dibangun Learning Center yang nantinya menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja terkait dengan jagung.

“Melalui learning center yang kita adakan peletakan batu pertamanya hari ini nantinya akan menjadi pusat bagi siapun yang ingin belajar tentang pertanian jagung yang baik dengan teknologi drip irigation,”ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Dr. Najmul Akhyar, yang juga hadir pada acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dimulainya pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kabupaten Lombok Utara.

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering,” ucapnya seraya mnambahkan di zaman saat ini harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah.

“Jika kita tidak mau menggunakan teknologi maka tidak hanya akan membuat daerah kita menjadi daerah tertinggal namun juga bisa mempercepat kemiskinan,” ucapnya.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PT Bentoel Group Naikkan Pembelian Tembakau Petani, Gubernur Minta Perusahaan Lain Tiru

MATARAM, DS – PT Bentoel International Investama Tbk (Bentoel Group) menyelenggarakan Pembelian Raya Tembakau Mitra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: