Senin , 14 Oktober 2019
Home / Ekonomi / Pertamina Tunggak Hak Pengusaha SPBE Lombok 
H. Bambang Muntoyo (kanan) saat bersama Kadis Sosial NTB

Pertamina Tunggak Hak Pengusaha SPBE Lombok 

MATARAM, DS – Sejumlah pengusaha stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) di Pulau Lombok, NTB, meradang. Mereka mengeluhkan ketidak profesionalan pelayanan yang dilakukan pihak Pertamina.
Pasalnya, pembayaran transport fee dan feeling fee yang merupakan hak pengusaha sering terlambat diberikan. Padahal, pengusaha mengklaim telah bekerja profesional serta telah menjalankan SOP yang ditentukan oleh pihak Pertamina.
Pemilik SPPBE PT. Dinamika Utama Karya KLU, H. Bambang Muntoyo, mengatakan, tertunggaknya pembayaran transport fee dan feeling fee sangat meresahkan para pengusaha. Hal itu lantaran dua pembayaran itu merupakan biaya operasional yang sangat dinantikan pengusaha guna membayar sejumlah kewajiban diantaranya, pembayaran gaji pegawai, serta menambal biaya tetap lainnya.
“Jujur kami heran, disaat kami dituntut bekerja sesuai SOP, tapi disaat itu pelayanan pembayaran oleh Pertamina selalu terlambat dan pernah menunggak berulang kali,” ujar Bambang menjawab wartawan, Jumat (22/2).
Ia mengaku telah menginformasikan tertunggaknya pembayaran itu pada Dirut Pertamina serta Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi, Pertambangan dan Sumberdaya Minerba, Dr. Kurtubi. Namun sayangnya, keluhan para pengusaha itu belum juga direspon hingga kini.
“Wajarlah kita suarakan ini di media  karena memang ini faktanya. Karena, jika ada kesalahan sedikit, para pengusaha langsung ditegur, bahkan troput kami dikurangi,” tegas Bambang.
Ia menjelaskan, tagihan pembayaran transport fee dan feeling fee yang belum dibayarkan Pertamina dimulai sejak Desember tahun 2018 hingga kini.
Selain itu, praktik penunggakan juga terjadi beberapa kali. Bahkan, sampai pernah tiga bulan belum sama sekali dibayarkan.
“Setiap kami tanya, ada saja jawaban yang tidak rasional, alasan berkas tagihan hilang dan alasan lainnya. Sementara, kami disini banyak faktor yang harus kami bayar setiap harinya,” tandas Bambang.
“Kami sudah mengirimkan pesan Whatsapp langsung ke Ibu Dirut Pertamina agar kinerja pertamina diperbaiki, karena kasihan pengusaha SPPBE di NTB, selalu saja terulang begini setiap bulannya,” sambungnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Ajak LSM Berkontribusi dalam Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Praya,DS – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendorong peningkatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: