Senin , 22 April 2019
Home / Ekonomi / Pembangunan 70 Huntara di KLU dan Lobar Dikebut Opster TNI
Danrem Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat berbincang dengan masyarakat dan jajaran Opster TNI tahun 2019 yang bertugas membangun huntara saat kunjungannya

Pembangunan 70 Huntara di KLU dan Lobar Dikebut Opster TNI

KLU, DS – Pembangunan hunian sementara (Huntara) yang merupakan program operasi teritorial (Opster) TNI tahun 2019 di wilayah KLU ditinjau progres pembangunannya oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani pada Sabtu (2/2).  Total Satgas Opster TNI membangun huntara berjumlah sebanyak 70 unit. Yakni, di KLU akan dibangun sebanyak 30 unit. Sementara, 40 unit lainnya juga dibangun di dua kecamatan di Lobar, yakni Kecamatan Gunungsari dan Batulayar.

Pada kunjungannya itu, Danrem yang didampingi Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto meminta jajarannya, khususnya Yonif 742/SWY, Zeni Bangunan (Zibang) Mataram dan Kodim 1606/Lobar agar bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. “Ingat, waktu kita adalah dua bulan kedepan, jadi pada Maret itu, semua yang kita bangun harus selesai,” ujar Danrem.

Kolonel Rizal mengingatkan, sebanyak 70 unit rumah huntara  yang dibangun di dua kabupaten terparah dampak gempa bumi, serta pembangunan delapan unit sumur bor yang berada di Kabupaten Sumbawa dan di Kota Mataram, ditargetkan harus selesai tepat waktu. Hal ini penting agar pekerjaan yang lainnya juga bisa ditangani dengan baik.

Oleh karena itu, ia meminta para jajarannya agar tetap menjaga kesehatan dan faktor keamanan, khususnya keselamatan. “Kita harus tetap semangat, karena ini merupakan bagian dari tugas pokok kita selain melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) juga kita wajib membantu penanggulangan akibat bencana alam,  pengungsian  dan  pemberian bantuan kemanusiaan, serta membantu tugas pemerintah daerah terkait dengan hal bencana alam seperi saat ini,” jelas Danrem.

Ia menambahkan, pembangunan huntara itu direncanakan akan diserahkan kepada warga korban terdampak gempa. Sedengkan, untuk delapan unit sumur bor dibangun diatas lahan warga yang dianggap kekurangan air bersih. Yakni, di Asrama Lanal Mataram, Asrama Lanud Rembiga, Mako Satbrimod Polda NTB, Kompi Satbrimob Sumbawa, di Kecamatan Alas dan Seteluk Kabupaten Sumbawa dan di Kompi Satbrimob Bima. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sandiaga Berbagi Tips Berwirausaha ke Milenial Lombok

LOBAR, DS –  Cawapres Sandiaga Uno menghadiri Lombok Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Lombok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *