Jumat , 6 Desember 2019
Home / Ekonomi / Pasar Murah Disdag NTB, Sejam Saja Ludes
Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani ikut memantau langsung pelaksanaan pasar murah sembako di Tembelok, Kota Mataram

Pasar Murah Disdag NTB, Sejam Saja Ludes

MATARAM, DS – Ratuan warga menyerbu pasar murah sembako yang digelar Dinas Perdagangan (Disdag) NTB dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Tembelok, Kota Mataram, Kamis (21/11).

Hanya dalam waktu sejam, kebutuhan pokok yang dibawa oleh 32 distibutor yang dikerahkan Disdag setempat sudah ludes. Padahal, Tim dari Dinas Perdagangan NTB baru tiba sekitar pukul 08.00 WITA ke lokasi pasar murah yang berlokasi di salah satu ponpes setempat.

“Selisih dengan harga pasar cukup tinggi, jadi wajar banyak masyarakat yang membeli di pasar murah ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani menjawab wartawan.

Ia mengatakan, kegiatan pasar murah sembako yang dilakukan kali ini sudah menjadi tradisi setiap tahun menjelang Maulid. Hal ini lantaran, biasanya daya beli masyarakat di Kota Mataram meningkat selama satu bulan.

Karenanya, kegiatan pasar murah akan dilaksankaan di delapan lokasi di Kota Mataram. Yakni, Selasa (5/11) di Kantor Lurah Kekalik, hari Rabu (6/11) di Lapangan Karang Pule, hari Kamis (7/11) di Lapangan Monjok, hari Senin (11/11) di Halaman Kantor Lurah Kebun Sari, Selasa (12/11) di Lapangan Kampung Banjar, hari Rabu (13/11) di Lapangan Karang Genteng dan hari Kamis (14/11) di Lapangan Gegutu Rembiga, serta Kamis (21/11) di Ponpes Tembelok.

Sejumlah komoditas pangan yang dijual, mulai dari telur, daging beku, daging ayam, bawang merah, beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan lainnya.

Hajjah Selly mengaku, adanya perbedaan harga yang cukup signifikan, membuat warga akhirnya menyerbu sejumlah komoditas hingga habis kurang dari satu jam. “Padahal sudah dilakukan pembatasan penjualan. untuk telur misalnya, satu orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 kilogram,” ucapnya.

Pasar murah sembako ini, lanjut Hajjah Selly, merupakan upaya dari pemprov NTB melalui Disdag setempat untuk melakukan intervensi terhadap pasar. Mereka juga akan terus memantau pergerakan harga di pasar selama jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

Ia menjelaskan jika pasar murah ini sekaligus upaya untuk memberikan edukasi kepada pedagang dalam hal ini para Distributor.”Supaya mereka tidak menaikkan harga pangan semena-mena,” tegas Hajjah Selly.

Selly mengatakan omzet mereka saat ini sudah mulai naik, karena itu, kalau pun harganya naik harusnya dalam batas kenaikan yang wajar.

Selain itu, ia juga menilai saat ini harga pangan relatif terkendali. “Kita akan pantau terus. Kalau saat ini harga relatif stabil,” tandasnya.

Sementara itu warga Tembelok, Emi Hutomo mengaku mendapat informasi dari rekan-rekannya. Makanya tadi pagi dia langsung datang ke pasar untuk membeli sembako. “Untung saya tidak terlambat. Kalau terlambat, pasti tidak mendapat sembako murah,” kata Emi menjawab wartawan, kemarin.

Dia membeli minyak goreng dua liter, dan tepung terigu, gula, dan beras masing-masing dua kilogram. Menurut ibu dua anak itu, sebenarnya dia ingin membeli sembako lebih banyak. Tapi petugas membatasi pembelian.

Warga lainnya, Anisa juga memiliki niat sama. Tapi petugas tidak memperbolehkannya. Wanita yang berprefesi sebagai petani ini mengaku, hanya bisa membeli gula dua kilogram, dan minyak goreng dua liter.

“Saya hanya kebetulan ke pasar. Karena ada pasar murah, sekalian ikut antri,” kata Anisa. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sebanyak 196.870 Jiwa di Lotim Masih Miskin

SELONG, DS-Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 sebesar 16,55 % atau 196.870 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: