Senin , 19 Agustus 2019
Home / Ekonomi / NTB Tata Pasar Dasan Agung jadi Pasar SNI
Inilah Pasar Dasan Agung di Kota Mataram yang berada di utara IC NTB direncanakan akan ditata untuk menjadi pasar SNI pertama di NTB

NTB Tata Pasar Dasan Agung jadi Pasar SNI

MATARAM, DS – Pemprov melalui Dinas Perdagangan NTB berencana menjadikan Pasar Dasan Agung di Kota Mataram sebagai pasar tradisional bersertifikat standar nasional Indonesia (SNI) pertama di NTB. Saat ini, persiapan untuk menyiapkan persyaratan SNI itu tengah dimatangkan oleh SKPD terkait.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, menyatakan ide awal menjadikan Pasar Dasan Agung menjadi pasar SNI lantaran lokasinya yang bersebelahan dengan Islamic Center (IC). Oleh karena itu, penataan terhadap pasar tradisional itu harus dilakukan guna mendukung IC NTB yang telah menjadi pusat wisata halal di NTB.

“Adanya pasar SNI itu maka Pasar Dasan Agung akan bisa menjadi daya dukung dalam pengembangan sektor pariwisata NTB,” ujar Selly menjawab wartawan, Jumat (11/1).

Menurut dia, terdapat sebanyak 34 kreteria menjadikan Pasar Dasan Agung berlabel SNI. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak Pemkot Mataram melalui Dinas Perdagangan setempat.

Selly menuturkan, pihaknya telah melakukan pembangian peran dan tugas terkait pemenuhan 34 persyaratan SNI dengan Dinas Perdagangan Mataram. Diantaranya, lapak pedagang harus bagus, rapi dan bersih, begitu juga dengan lingkungan pasar serta fasilitas umum dan fasilitas pendukung di pasar harus tertata.

“Tahun ini, kami di provinsi telah membantu penambahan bangunan lima lapak dari APBD NTB untuk Pasar Dasan Agung. Insya Allah, bantuan ini akan terus kami lakukan, apalagi lapak pedagang yang kita bantu itu, direncanakan untuk lokasi berjualan pedagang songkok dan peralatan pendukung untuk beribadah bagi umat Islam,” jelas dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, membenarkan jika pihaknya telah memperoleh tugas untuk melakukan pembenahan pada Pasar Dasan Agung agar salah satu pasar tradisional di Kota Mataram itu bisa menjadi satu-satunya pasar SNI pertama di NTB.

“Kalau koordinasi dan pembagian tugas kami sudah intensif lakukan dengan Dinas Perdagangan NTB. Termasuk, bagaimana kita libatkan Yayasan Danamon Peduli (YDP) Jakarta untuk membantu menyukseskan rencana itu,” ujar Alwan.

Saat ini, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terhadap pedagang agar mereka mengetahui bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik bagi pembeli. Salah satunya, pembinaan cara berpakaian.

“Bahkan, penggunaan celemek untuk pedagang ikan dan daging, penggunaan pisau dan alat-alat lainnya juga perlu diperhatikan. Jangan sampai pedagang menggunakan pisau yang berkarat,” tegas Alwan.

Terkait penataan lapak di Pasar Dasan Agung, Alwan mengakui, saat ini pihak dari YDP sedang melakukan proses pembangunan lapak di lantai tiga dengan realisasi pengerjaan sampai saat ini sudah terbangun 35 lapak dari 42 lapak yang dibutuhkan di bagian utara.

Sementara untuk lapak di bagian selatan akan dibangunkan sebanyak 70 lapak agar dapat menampung semua pedagang yang saat ini menempati lapak sementara di areal parkir sejak gempa bumi bulan Agustus 2018.

“Untuk retakan-retakan pascagempa bumi juga sudah diperbaiki. Jika semua lapak sudah terbangun, dipastikan semua pedagang yang kini berada di areal parkir bagian timur menempati lapak tersebut,” katanya.

Setelah penataan lapak pedagang di lantai dua, YDP akan melanjutkan penataan pada areal parkir tersebut agar pasar lebih rapi dan indah sehingga masyarakat bisa melakukan transaksi dengan nyaman dan aman.

Menyinggung soal kebutuhan anggaran, Alwan menambahkan, untuk lapak yang diintervensi YDP. Pemerintah kota sepenuhnya menerima barang jadi alias tidak menerima anggaran. Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan pendukung lainnya, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dinas Perdagangan NTB.

“Hal ini kita maksudkan agar estimasi kebutuhan anggaran dan berapa besaran dana sharing  yang akan dialokasikan bisa diketahui jauh-jauh hari,” tandas Lalu Alwan Basri. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Balai Kriya Dekranasda Diresmikan Hj.Mufidah Kalla

MATARAM,DS-Hj. Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), menyambut baik dan memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: