Senin , 16 Desember 2019
Home / Ekonomi / Misteri Letusan Dahsyat Samalas Kalahkan Tambora
Deputi Menko Maritim dan Sumberdaya, Heryadi Rachmat saat mempesentasikan letusan Gunung Samalas yang membuat Kerajaan Pamatan yang hingga kini tertimbun pasir di wilayah Tanak Beak, kecamatan Narmada, Lombok Barat

Misteri Letusan Dahsyat Samalas Kalahkan Tambora

MATARAM, DS – Jauh sebelum letusan Gunung Tambora di Sumbawa, NTB, pada 1815 menggegerkan dunia, tetangganya, Gunung Samalas di Lombok, ternyata sudah membuat ribut masyarakat internasional.

Pada abad ke-13, terjadi erupsi misterius. Dan, Gunung Samalas di Lombok, disebut-sebut sebagai biang keroknya. Para pakar berhasil mengaitkan jejak sulfur dan debu yang didapat dari kutub dengan data dari Lombok.

Para pakar kemudian menyimpulkan, Gunung Samalas adalah penyebabnya, seperti yang tertuang di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Apalagi, misteri letusan yang terjadi pada tahun 1257 itu masih menyisakan sisa abu kimia yang terdapat di Arktik Kutub Utara dan Antartika.

Catatan sejarah zaman pertengahan Eropa menulis bahwa kawasan tersebut pada saat itu mengalami pendinginan mendadak dan mengalami kegagalan panen akibat letusan. Hal itu tertulis pada jurnal ilmiah PNAS, sebuah tim internasional menunjuk Gunung Samalas di Pulau Lombok, Indonesia sebagai sumber letusan besar tersebut.

Yang sedikit tersisa dari struktur awal gunung purba ini adalah kawah besar yang kini lebih dikenal dengan nama Danau Segara Anak. Dimana, dalam penelitiannya tim ini menemukan kemiripan kadar belerang dan debu jejak es di kutub dengan balutan data yang dikumpulkan di wilayah Lombok itu sendiri, termasuk tanggal radiokarbon, jenis dan penyebaran batuan dan abu yang dikeluarkan, rangkaian pohon.

Penelitian ini juga menelusuri sejarah lokal yang menceritakan tentang kejatuhan Kerajaan Lombok di satu waktu pada abad ke-13. “Buktinya sangat kuat dan menarik,” kata Profesor Clive Oppenheimer, dari Universitas Cambridge, Inggris, pada situs BBC yang dilangsir wartawan, Selasa (6/8).

Rekannya, Prof Franck Lavigne, dari Universitas Pantheon-Sorbonne, Prancis, menambahkan, “Kami melakukan penelitian mirip seperti investigasi kriminalitas.” “Kami tidak mengetahui pelakunya diawal, tetapi kami memiliki waktu pembunuhan dan jejak dari geokimia dari dalam dasar es, dan itu membuat kami bisa menelusuri kepada gunung api yang bertanggung jawab.”

Studi Oppenheimer di Lombok menunjukkan sebanyak 40 km kubik batuan dan abu terlempar dari gunung api tersebut. Tingginya mencapai 40 km ke atas atau lebih.

Meletusnya Gunung Samalas juga dikaitkan dengan hancurnya Pamatan, ibu kota kerajaan setempat. Teks yang tertulis dalam Babad Lombok menceritakan tentang kematian ribuan orang oleh abu vulkanik dan aliran piroklastik.

Meski tidak ada tanggal pasti, tapi para arkeolog menduga itu terjadi sebelum akhir abad ke-13, sesuai dengan bukti sains dan erupsi. “Inilah yang coba kita dalami dan gali lebih jauh,” ujar Deputi Menko Maritim dan Sumberdaya, Heryadi Rachmat saat mempresentasikan sejarah letusan Gunung Samalas.

Mengubah Cuaca
Letusan tahun 1257 beberapa kali dikaitkan dengan gunung di Meksiko, Ekuador dan Selandia Baru. Tetapi kandidat dari negara ini gagal dalam pencocokan tanggal geokimia, dan hanya Samalas yang bisa “memenuhi semua persyaratan,” kata para peneliti.

Tim yang melakukan penelitian di Lombok mengindikasikan bahwa lebih dari 40 kubik kilometer batu dan abu dimuntahkan dari gunung api ini, dan materi letusan membumbung ke udara dengan ketinggian mencapai 40 km lebih.

Dengan muntahan yang sangat besar itu yang bisa membawa materi gunung api menyebar ke seluruh dunia dalam jumlah yang bisa dilihat di lapisan es Greenland dan Antartika.

Bahkan, dampak bagi perubahan iklim juga sangat signifikan. Yakni, sejarah zaman pertengahan menggambarkan cuaca sangat mengerikan berlangsung di musim panas 1258. Saat itu suhu anjlok menjadi sangat dingin dan hujan turun tak henti, menyebabkan bencana banjir.

Arkeolog baru-baru ini mencatat 1258 sebagai tahun untuk umur ribuan kerangka manusia yang ditemukan terkubur dalam kuburan massal di London. “Kami tidak bisa memastikan dua peristiwa ini saling terkait tetapi populasi saat itu sangat depresi,” kata Prof Lavigne dalam situs BBC.

Dibandingkan dengan letusan dahsyat lainnya, para peneliti meyakini letusan Samalas diperkirakan sama besarnya dengan Krakatau di tahun 1883 dan Tambora di tahun 1815. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Punya Pabrik Minyak Kayu Putih Terbesar di Dunia

Bima,DS- Kini warga masyarakat NTB patut berbangga. Sebab, pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: