Senin , 18 November 2019
Home / Ekonomi / Mata Air Lokok Prabu Hilang akibat Gempa
PDAM mulai melayani empat dusun di KLU

Mata Air Lokok Prabu Hilang akibat Gempa

KLU, DS-Ratusan pelanggan air bersih empat dusun di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mendapatkan pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasca gempa  tahun lalu, ratusan pelanggan di Dusun Kebaloan, Senaru, Mumbul Sari dan Sukadana, sempat dihentikan lantaran sumber mata air dari Lokok Perabu tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Kita pastikan masyarakat di empat dusun di Bayan sebentar lagi akan mendapatkan kembali pelayanan air bersih dari kami. Karena penyadap air hampir selesai dibangun di mata air Lokok Beriri Bayan,” ujar    Kabag Teknik PDAM Lombok Utara, Firmansyah, ST., Kamis (3/10).

Dikatakannya, pelayanan air bersih ke masyarakat sempat dihentikan karena sumber mata air Lokok Prabu hilang oleh gempa. Sehingga, sumber air yang dimanfaatkan sekarang ini melalui Lokok Beriri.

Menurutnya, sumber air dari Lokok Beriri memiliki debit air mencapai 15 liter perdetik. Itupun setelah dibagi oleh masyarakat yang memanfaatkan sumber air secara swadaya. Sedangkan PDAM mengambil sedikitnya saja dan cukup untuk melayani empat dusun yang sebelumnya menjadi pelanggan.

Dari sebaran pipa jaringan yang sudah ada sebelumnya, lanjut Firman, Dusun Kebaloan akan dijadikan prioritas PDAM. Pasalnya, warga disana cukup sulit mengakses air bersih pasca gempa terjadi. Bahkan PDAM akan membangun jaringan pipa baru lagi. Sedangkan pipa yang sudah ada dibangun swadaya itu akan dikembalikan kepada masyarakat.

“Jumlah pelanggan kita yang meternya sudah terpasang dulu mencapai 400 lebih. Sehingga itu yang akan kita layani nanti jika Intake yang dibangun sekarang ini sudah jadi,”pungkasnya.

Firman menjelaskan dimusim kemarau sekarang ini terjadi pengurangan jumlah debit air disemua sumber mata air yang ada. Volume berkurangnya itu mencapai 30 persen. Sehingga, PDAM menyiasatinya dengan merubah sistem pembagian karena konsumen yang berada di wilayah pegunungan maksimal dilayani pada malam hari sehingga masyarakat terlayani secara merata. Seperti di wilayah Dusun Jeliti Atas, PDAM berharap masyarakat bisa memakluminya.

“Tahun depan ada bantuan dari BWS yaitu singangpitunai bangunan sistem baru untuk penambahan debet air. Tapi masih sifatnya sementara. Kedepan akan dibangun lebih permanen lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tanjung, Raden Waliadin, menyatakan bahwa saat ini semua konsumen sudah bisa terlayani. Karena PDAM berprinsip sekarang ini akan memperbanyak air baku. Prioritas menambahh air baku sebanyak-banyaknya.

“Katika penambahan air baku sudah bisa mencapai sekitar 90 persen maka semua bisa terlayani tercukupi. Mesin pompa sekarang semua beroperasi nonstop dan itulah bentuk pelayanan yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,”jelasnya.

Menurut Raden, keluhan masyarakat yang di Desa Gumantar itu sudah dilayani melalui Dinas Sosial. PDAM sebagai penyedia air bersih selalu berkoordinasi dengan Dinsos. Sedangkan untuk yang berada di  Kecamatan Kayangan PDAM sudah mengajukan proposal ke Pusat dan sekarang dalam proses DED nya. Bahkan di wilayah Melepahsari Gumantar PDAM sudah melakukan pembebasan tanah untuk bak penampungan. Kalau sudah selesai itu PDAM tinggal mempersiapkan air baku.

“Kami berharap kepada masyrakat, jika mendapatkan masalah air bersih bisa langsung menghibungi kami atau Dinsos maupun BPBD. Persoalan permintaan air bersih warga masyarakat bisa dengan bersurat akan langsung dilayani,”tandasnya. fk

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: