Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Ekonomi / Kewirausahaan Santri Tumbuh DPRD NTB Minta Distributor Bantu Santri Mart
Anggota DPRD NTB Ir. Made Slamet (tengah) saat meninjau bangunan Santri Mart di Ponpes Darul Hikmah Karang Genteng, Kota Mataram

Kewirausahaan Santri Tumbuh DPRD NTB Minta Distributor Bantu Santri Mart

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB Ir. Made Slamet meminta para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi distributor makanan serta barang-barang kebutuhan pokok di NTB untuk membantu pengembangan kewirausahaan. Salah satunya, keberadaan Santri Mart (Sunmart) di Ponpes Darul Hikmah Karang Genteng, Kota Mataram. Hal ini diharapkan dapat membantu perkembangan bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini telah berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB.

“Bagi saya adanya Sunmart ini adalah inovasi yang luar biasa. Sehingga, perlu didukung keberadannya oleh kalangan distributor. Minimal jika harga yang diberikan adalah harga pokok, tentu itu membantu kelangsungan usaha di Ponpes,” kata Made usai meninjau bangunan Sunmart di Ponpes Darul Hikmah, Rabu (1/1).

Made mengatakan selama ini keberadaan UMKM merupakan bantalan ekonomi yang kuat saat Indonesia diterpa krisis ekonomi hingga saat ini. Oleh karena itu perlu adanya partisipasi aktif dari seluruh dunia usaha untuk membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dengan pengembangan kewirausahaan secara lebih optimal.

“Kalau sudah santri dan Ponpes terberdaya. Maka, perekonomian masyarakat di sekitar Ponpes bakal bergerak. Sehingga, program keumatan yang dijalankan oleh pemerintah bakal berjalan. Apalagi, Sunmart ini adalah program pertama di NTB. Jadi memang perlu banyak bantuan dan intervensi langsung dari distributor agar bisa menjadi contoh model untuk Ponpes lainnya di NTB,” jelas Made.

Menurut dia, lantaran Santri Mart ini program inovasi, pihaknya berharap agar semua pihak membantu ketersedian bahan-bahan kebutuhan pokok bagi santri maupun masyarakat. Selain itu, bantuan pelatihan managemen pengelolaan usaha bagi para santri juga harus di intensifkan.

“Jika santri sudah pintar mengelola bisnis selama belajar di Ponpes, nanti hasilnya jelas saat mereka pulang ke kampung halamannya akan terbentuk banyak wirausaha baru yang beragama. Dan ini jelas membanggakan daerah juga almamater mereka kedepannya,” tandasnya.

Santri Mart di Ponpes Darul Hikmah Karang Genteng, Kota Mataram diresmikan pada Jumat (27/12) lalu oleh Kepala Dinas Perdangan NTB Hj. Putu Selly Andayani.

Program Sanmart merupakan ide dan inovasi Selly guna mendorong kewirausahaan di lingkungan pesantren. Apalagi, pada program ini tidak ada pembayaran secara tunai atau cash, tapi menggunakan pembayaran non tunai berupa dompet digital dan aplikasi lainnya.

“Santri Mart ini adalah cara kita mendorong kewirausahan serta bagaimana revolusi industri 4.0 bisa terwujud di Ponpes,” ungkap Hajjah Selly dalam sambutannya saat peresmian beberapa hari lalu.

Menurut Selly, ritel modern bertajuk Santri Mart yang digagasnya itu, juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk penyediaan produk yang diperdagangkan di gerainya. Sedangkan, lantaran tidak ada pembayaran secara tunai atau cash, maka yang berhubungan adalah Bank BNI 46.

“Nantinya semua distributor langsung mendrop barang ke Ponpes. Pembayaran nantinya melalui bank,” kata Selly.

“Harapan kami adik-adik santri ini selain menempuh pendidikan agama, mengubah nasib mereka juga untuk jadi entrepreneur,” sambung dia.

Selly menuturkan adanya Santri Mart di pondok pesantren bisa menjadi pembelajaran bagaimana praktik manajemen stok dan sistem dagang di ritel modern, karena semua pegawai dari Santri Mart berasal dari santri pondok pesantren.

“Jadi dia nggak usah belajar ke mana-mana, selain itu mereka juga bisa mengajarkan ke usaha yang baik dan benar. Bagaimana menjalankan suatu usaha karena sudah ada prektiknya yang mereka dapatkan di sana,” jelas Selly. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Latih Perempuan Mapak Dasan Belajar Sekolah Sampah ke Gelisah Selly Ajak Perempuan Mataram Kreatif Kelola Sampah

MATARAM, DS – Setiap harinya rata-rata volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 400 ton. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: