Senin , 23 September 2019
Home / Ekonomi / Ketika Bupati Lotim Sambangi Transmigran di Kaltim
Bupati Berikan Kuliah Umum di Politeknik Negeri Samarinda

Ketika Bupati Lotim Sambangi Transmigran di Kaltim

Bupati Berikan Kuliah Umum di Politeknik Negeri Samarinda

Para tranmigran asal Lombok yang mengadu keberuntungan melalui program transmigrasi di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, banyak diantara mereka mendulang sukses, tapi tidak sedikit pula para transmigran harus berjuang mempertahankan ratusan hektar lahannya dari kepungan perusahaan dengan dalih investasi. Kondisi ini terekam ketikan Bupati Lombok Timur, Dr. H. M. Ali Bin Dachlan mengunjungi sejumlah lokasi transmigran asal Lombok di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Ramli Nurawang

bersalaman dengan salah seorang tranmigran

Memang, Kalimantan Timur menjadi incaran para transmigran dari berbagai daerah di indonesia karena luas dan sumber daya alam yang dimiliki apalagi daerah ini memiliki populasi penduduk keempat terendah di Indonesia.

Bupati bertemu dengan tranmigran di Muarakaman

Di daerah ini, ada beberapa lokasi penyebaran transmigrasi asal Lombok seperti di Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun, kemudian di Tenggarong Seberang dan di Kecamatan Muarakaman. Untuk sampai di lokasi ini, Rombongan harus menempuh perjalanan panjang, hampir 8 jam dari Bandara Internasional Sepinggan atau sekitar 3 jam dari pusat kota Tenggarong Kutai Kertanegara.

Kehadiran Bupati disambut antausias oleh ratusan transmigran yang memang telah puluhan tahun bermukim di tempat ini. “Program transmigrasi adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Bupati Ali ketika memberikan Kuliah Umum kepada ratusan Mahasiwa di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda beberapa waktu lalu.

Dikatakan, kondisi para transmigran asal Lombok rata – rata telah menunjukkan hasil yang baik, meski beberapa diantara mereka ada yang tengah menghadapi persoalan lahan dengan perusahaan yang menanamkan investasinya di daerah ini. Kondisi ini harus segera mendapat jalan keluar terbaik, dan pemerintah harus tegas dalam persolan seperti ini.

Mendulang Sukses

Lokasi transmigran pertama kali dikunjungi adalah di Desa Sukabumi Kecamatan Kota Bangun. Di tempat ini, banyak kisah menarik dari para transmigran asal Lombok,  salah satunya  Amaq Marhamah alias Muhalim. Transimigran asal Talun, Desa Pringgjurang Utara Kecamatan Montong Gading ini, kini sudah memiiki lahan garapan 10 hektar lebih. Dari lahan sawitnya itu, dua kali dalam sebulan bisa dipanen dan sekali panen ia bisa mendapatkan uang Rp 3-4 juta perhektarnya.

Karena hasil kerja kerasnya, Amaq Marhamah tidak hanya mampu membeli lahan di lokasi transmigrasi tempatnya saat ini, tapi juga bisa membeli lahan produktif di kampung halamannya di desa peringgajurang utara. Lewat hasil ini juga Dia dengan istrinya telah mendaftarkan diri untuk menuaikan ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah. Begitu pula dengan putra putrinya, sudah hidup berkecukupan, punya lahan garapan sendiri. Kepada Duta Selaparang,

Dia menceritakan perjalananannya hingga sampai di Kalimantan menjadi ikut bertransmigrasi.  dirinya sekitar tahun 1985 silam. Pilihan menjadi transmigran karena persoalan peliknya ekonomi di Lombok ditambah Lahan garapan yang sempit di desanya. Awalnya memang sulit, butuh waktu, apalagi menggarap lahan dengan tanaman sawit, tapi  lambat laun dengan kerja keras dan istiqomah bisa berhasil.

”Awalnya sulit, bahkan ada diataranya kami yang tidak betah, kemudian kembali lagi ke Lombok, meninggalkan lahan garapannya”,Tuturnya. Potret keberhasilan di tanah rantau ini juga disampaikan transmigran lain asal Lombok yaitu Ihsan. Transmigrman asal Mujur Lombok Tengah ini menceritakan kegiatannya menggarap lahan dan menjadi pengepul sawit dari petani. Meski harga sawit, mengalami fluktuasi harga, namun tetap memberikan keuntungan.

Setelah mengunjungi warga transmigran di desa ini, Bupati mengaku punya kesan sendiri atas keberhasilan yang dicapai para transmigran asal lombok di tempat. Kalimantan Timur,lanjut, memiliki potensi bagi para transmigran karna daerah ini memiliki wilayah yang terbentang luas dan sumber daya alam yang memadai. pemerintah daerah sendiri siap mendukung kelengkapan sarana para transmigran asal lombok seperti infrastruktur pendidikan di lokasi transmigrasi.

“Transmigran asal Lombok termasuk yang paling rajin dan selalu berhasil. Contoh yang ditunjukkan Amaq Marhamah alias Muhalim itu  menjadi bukti keberhasilan pembangunan transmigrasi,” ungkapnya.

Lahan Diserobot Perusahaan Sawit

Dari Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kertanegara, bupati beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi transmigran berikutnya, yaitu di Kecamatan Muarakaman. Berbeda dengan kondisi para transmigran di Desa Sukabumi yang berhasil mendulang sukses.

Di tempat ini, ratusan tranmigran asal Lombok harus berjuang mempertahankan ratusan hektar lahannya yang diserobot sejumlah perusahaan sawit.  Salah seorang tokoh masyarakat Lombok yang  bermukim di Kalimantan Muhibbin Ali menyampaikan, persoalan yang dihadapi warga transmigran di Muarakaman ini memang cukup berat, karena harus para transmigran harus berhadapan dengan perusahaan dengan modal besar. Bahkan beberapa kali  terjadi konflik antara warga dengan pihak perusahaan. Tidak jarang warga transmigran ini ditodongkan senjata api. Akan tetapi, meyakini hak-haknya, warga tetap bertahan dan berjuang memperoleh hak-haknya. Akibat konflik ini, 1 diantara para tranmigran terpaksa harus mendekam di jeruji besi, dan puluhan lainnya tinggal menanti tuntutan karna kasusnya telah di pengadilan.

Menyikapi persoalan kondisi ini, Bupati menegaskan akan membantu mencari jalan keluar terbaik terhadap persoalan yang dihadapi para transmigran saat ini. Setelah mendapatkan data dari warga, dirinya akan segera mengirim surat kepada presiden, sehingga mendapat perhatian dari pemerintah. Dikatakan,  kondisi seperti ini kerap terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia dan jika pemerintah tidak memiliki ketegasan maka persoalan seperti ini akan terus berlarut tanpa ujung dan masyarakat sendiri yang akan dirugikan.

Bupati Serahkan Bantuan ke Madrasah NW

Dari Muarakaman, Bupati beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi transmigran lainnya, yaitu di Tenggarong Seberang, tepatnya di Desa Kerta Buana L4 dan L3 Kabupaten Kutai Kertanegara. Lokasi ini tidak jauh dari Kota Samarinda, jalannya pun terbilang mulus. Menuju lokasi ini dari Tenggarong, rombongan harus menyebrangi sungai Mahakam dengan menggunakan Ferry penyebrangan karna jembatan penghubung di sungai terpanjang ini sedang mengalami perbaikan.

Dari tempat ini, kami kembali menjumpai para transmigran yang berhasil mendulang sukses di daerah rantau, selain berhasil menggarap ratusan hektar lahan, para transmigran berhasil membangun sejumlah lembaga pendidikan.

Di sini  berdiri sebuah pondok pesantren, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan.  Transmigran asal PriyanLombok Timur, H. Abdul Wahid, bersama rekan tranmigran lainnya mendirikan ponpes tersebut. Sambil berjuang memenuhi kebutuhan sehari hari, warga disini terus berjuang memajukan lembaga pendidikan yang dibangunnya. “Prinsip yang kami ditanamkan, Ponpes NW yang didirikan tidak boleh kalah saing dengan yang lain,” ujarnya.

Bupati beserta rombongan secara khusus mendatangi Ponpes NW tersebut dan langsung memberikan bantuan untuk kemajuan pendidikan. Di Depan dewan guru dan para transmigran,Bupati menyampaikan biar di kata orang Sasak miskin, akan tetapi masih bisa menyumbang untuk negara. Hal itu katanya dibuktikan dnegan berdirinya pondok pesantren NW di Kalimantan Timur. Dikatan, sangat tepat rumusan yang digaungkan NW. Sesuai namanya, pergerakan nasional. Nama NW, sudah melampaaui nama ormas lain. “Biapun orang sasak bukan NW, tapi harus bangga pada NW. karena itu adalah hasil karya orang Sasak,” ungkapnya.

Perjalanan panjang para transmigran asal Lombok di Kalimantan Timur telah membuahkan hasil, meski ada pula para tranmigran yang tidak bertahan lama, kemudian kembali lagi ke daerah asal. ketekunan para transmigran di tempat ini bisa saja menjadi inpirasi bagi setiap orang yang ingin mencari keberuntungan dengan bertransmigrasi. Dengan modal tekun, bekerja keras, siap dengan tantangan, dan bisa beradaptasi dengan warga setempat menjadi modal keberhasilan para tranmigran di wilayah ini.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Resmikan Enam Sekolah Bantuan Yayasan Media Group

Lombok Utara,DS – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan enam sekolah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: