Minggu , 5 April 2020
Home / Ekonomi / Kemandirian Perempuan Harus Didorong Diera 4.0
Hj Putu Selly Andayani saat menghadiri menghadiri Sime Krame bersama anggota dan pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Mataram dan Apem di sekretariat WHDI Kota, Karang Bedil, Mataram

Kemandirian Perempuan Harus Didorong Diera 4.0

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani mengatakan, perempuan yang mandiri secara ekonomi akan mampu menyejahterakan keluarga serta mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas.

Oleh karena itu, pemberdayaan dan partisipasi perempuan dibidang perekonomian perlu terus didorong. “Hanya satu caranya, yakni bagaimana persoalan ekonomi mereka difokuskan. Jika itu kita lakukan, maka persoalan kemiskinan dari kalangan perempuan di NTB akan bisa mulai dituntaskan,” ujarnya saat menghadiei Sime Krame bersama anggota dan pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Mataram di sekretariat WHDI Kota, Karang Bedil, Mataram, Sabtu (15/2).

Selly merujuk data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dimana sekitar 70 persen penduduk miskin itu adalah perempuan. Sedangkan, versi Kementrian Perekonomian, ada sekitar 60 persen penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2018 lalu adalah perempuan. Sehingga, pihaknya melalui Disdag setempat telah memulai fokus memberdayakan perekonomian perempuan yang tergabung dalam UMKM NTB untuk bisa meningkatkan produk mereka. Hal ini dimaksudkan, agar produk yang dihasilkan oleh UMKM yang kebanyakan anggotanya perempuan itu bisa bersaing dengan produk asing.

“Minimal intervensi yang kita lakukan itu bisa membuat produk yang dihasilkan UMKM perempuan menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. Jadi, kami enggak mau muluk-muluk, melalui program pemberdayaan perempuan UMKM yang kita lakukan minimal bisa meningkatkan nilai tambah perempuan di NTB,” tegasnya.

Mengutip data indeks pemberdayaan gender, peran perempuan di sektor publik akan terus meningkat. Pada tahun 2024, diproyeksikan tenaga kerja profesional perempuan akan mencapai 48,7 persen. “Artinya sumbangan pendapatan perempuan akan meningkat mencapai 40 persen. Jadi, kita perlu tangkap peluang itu, sehingga kemiskinan perempuan akan bisa kita kurangi secara signifikan melalui program-program yang terukur,” kata Selly.

“Atas nama pribadi saya bersyukur perempuan Hindu yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Ekonomi Mikro (Apem) binaan Pak Made Slamet ini bisa mandiri secara ekonomi, sehingga bisa mengangkat ekonomi keluarga dan mengungangi jumlah kemiskinan di Mataram saat ini,” sambungnya.

Menurutnya, ada banyak peluang dan ruang bagi perempuan untuk bekerja tanpa meninggalkan urusan domestiknya di era industri 4.0 saat ini. Apalagi, lanjut dia, ada dua hal mendasar terkait masalah pemberdayaan perempuan. Pertama yaitu terkait lemahnya akses perempuan terhadap institusi keuangan formal. Kedua yaitu lemahnya suara perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional, regional, dan daerah.

“Makanya, kita terus upayakan peningkatan program digitalisasi perempuan dengan melatih mereka bekerja hanya dengan modal satu komputer dan gadget yang dipunyai itu bisa menghasilkan uang walau hanya di rumah saja. Inilah yang dimaksud peningkatan kapablitas perempuan di era digital itu,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ditengah Wabah Covid-19, Capaian TMMD ke- 107 di KLU Tembus Diatas 50 persen

KLU, DS – Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 107 tahun 2020 Kodim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: