Jumat , 15 November 2019
Home / Ekonomi / Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam Negeri
rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kabupaten Sumbawa Barat di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB

Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam Negeri

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KSB, didampingi Pj. Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi dan Asisiten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, memimpin rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kabupaten Sumbawa Barat di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Rabu (6/11/2019).

Dari penjelasan yang diberikan Direktur AMNT, Rahmat Makassau, Gubernur NTB dalam arahannya meminta dalam proses pembangunan Smelter dan Industri turunannya di KSB, PT AMNT memaksimalkan penggunaan material produksi dalam negeri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam proses konstruksi dan operasional Smelter agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi skala prioritas juga.

Gubernur menegaskan, pemerintah saat sekarang ini dalam posisi membantu dan akan memasilitasi segala kebutuhan PT AMNT untuk mempercepat progres Smelter.
“Kalau ada kendala, segera beritahu kami. Agar kami segera melakukan komunikasi baik di tingkat daerah maupun di pusat,” ujar gubernur.

Sementara itu Wakil Gubernur menilai progres pembangunan Smelter berjalan dengan baik seperti pembebasan lahan Smelter seluas 850,16 hektar. Relokasi jalan nasional dan provinsi, alih fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan Lalar dan regulasi-regulasi lainnya pun berjalan dengan baik. Adapun kendala-kendala yang masih ada, Umi Rohmi meminta agar terus dilakukan komunimasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait.

Wagub juga menekankan kepada pihak PT AMNT agar konsep pembangunan Smelter ramah lingkungan. Sedangkan yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, ia meminta agar memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Untuk menyiapkan tenaga kerja dengan skill yang sesuai dengan kebutihan, pemerintah akan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi, training dengan lembaga teknik Petrotekno, revisi BLK dan SMK di NTB dan pembangunan Politeknik Pertambangan.

“Prioritas tenaga kerja lokal, lakukan training untuk upgrade capacity sehingga persentase bisa maksimal diisi tenaga kerja lokal,” pintanya.

Sebelumnya Direktur PT AMNT, Rahmat Makassau, mengatakan bahwa pada tahap konstruksi Smelter, dibutuhkan 7000 – 8000 tenaga kerja. Proses rekrutmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sedangkan untuk operasional Smelter dibutuhkan sekitar 500 – 600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering. “Kebutuhan tenaga kerja tersebut belum termasuk industri turunannya. Kami berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal,” ungkapnya. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: