Minggu , 23 Februari 2020
Home / Ekonomi / Jadilah Konsumen Cerdas
Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (kanan) saat dikalungi bunga oleh warga setempat dalam kunjungannya di Lingkungan Karang Baru Utara, Kecamatan Selaparang

Jadilah Konsumen Cerdas

MATARAM, DS– Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat di wilayahnya berperan aktif memperjuangkan hak-haknya sebagai konsumen. Ajakan itu dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani saat bersilaturahmi dengan ratusan masyarakat di Banjar Side Karya, Lingkungan Karang Baru Utara, Kecamatan Selaparang, Kamis (13/2) petang.

“Masyarakat NTB, khususnya ibu-ibu harus sadar akan kualitas produk, sehingga hal tersebut akan mendorong industri dalam daerah akan bisa meningkatkan mutu produknya,” ujar Hj. Selly.

Menurut dia, konsumen cerdas adalah mereka yang mampu membatasi diri dengan konsumsi sesuai kebutuhan. Selain itu, sudah saatnya memanfaatkan informasi digital dalam memberikan edukasi kepada konsumen dan mempercepat penyebaran informasi.

Hasil pemetaan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang dilakukan Kementerian Perdagangan RI menunjukkan nilai IKK Indonesia tahun 2015 hanya sebesar 34,17 dari nilai maksimal 100. Nilai tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan nilai perhitungan IKK di 29 negara Eropa pada tahun 2011 yang sudah mencapai 51,31.

Selly menjelaskan, dengan nilai IKK 34,17 menunjukkan bahwa keberdayaan konsumen Indonesia baru berada pada level paham. Artinya, konsumen Indonesia sudah mengenali dan memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen, tetapi belum sepenuhnya mampu menerapkan dan memperjuangkannya.

Akibatnya, konsumen Indonesia menjadi sangat rentan untuk dieksploitasi. Untuk itulah, pemerintah daerah mengajak seluruh konsumen Indonesia agar menjadi konsumen yang kritis dan mampu berperan aktif dalam memperjuangkan haknya sebagai konsumen.

Salah satu fakta konsumen Indonesia belum mampu memperjuangkan haknya dapat dilihat dari perilaku konsumen dalam mengadu ketika terjadi masalah. Dari 1 juta penduduk Indonesia, jumlah pengaduan konsumen hanya sebesar 4,1.
Sementara di Korea Selatan, jumlah pengaduan konsumen di setiap 1 juta penduduk sudah mencapai 64 pengaduan. Hal ini menunjukkan konsumen Korea Selatan tidak ragu untuk melakukan pengaduan.

Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, rendahnya perilaku pengaduan konsumen disebabkan kurangnya pengetahuan konsumen terhadap institusi perlindungan konsumen yang ada.

Dari survei lain yang dilakukan Kemendag, diketahui hanya 22,2% masyarakat Indonesia yang mengetahui institusi perlindungan konsumen, termasuk mengetahui fungsi dan peranannya.

Sebanyak 38,6% masyarakat Indonesia hanya kenal terhadap institusi perlindungan konsumen, tetapi tidak tahu fungsi dan peranan institusi tersebut. Bahkan, sebanyak 39,2% masyarakat Indonesia tidak mengetahui sama sekali mengenai institusi perlindungan konsumen.

“Makanya, kenapa saya terus turun keliling ke perkampungan di Mataram dan seluruh wilayah NTB tidak lain memberi pemahaman agar masyarakat khususnya ibu-ibu lebih cermat dan teliti sebelum membeli produk apapun. Ingat, sikap membatasi diri dengan konsumsi sesuai kebutuhan sangat diperlukan,” tandas Hajjah Selly Andayani. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PTSL 2020, Lombok Timur Dapat Jatah 54.850 Sertifikat

SELONG,DS- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Timur kembali meluncurkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: