Senin , 19 Agustus 2019
Home / Ekonomi / HPN 2019, Wagub Rohmi Minta Jurnalis NTB Bantu Kebangkitan NTB Pascagempa
Wagub Sitti Rohmi

HPN 2019, Wagub Rohmi Minta Jurnalis NTB Bantu Kebangkitan NTB Pascagempa

MATARAM, DS –  Peran pers dalam pembangunan di daerah dinilai strategis. Wakil Gubernur, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta insan pers di NTB, agar tetap bersikap kritis dalam mengawal pembangunan melalui pemberitaan.

Meski demikian, tetap harus mengedepankan kaidah-kaidah jurnalistik, proporsional dan juga bersemangat konstruktif. “Harus diakui teman-teman pers ini sangat strategis, apalagi dalam pembangunan NTB yang baru saja mengalami musibah bencana. Untuk bangkit, untuk berlari membangun NTB ke depan, peran pers sangatlah penting,” ujar Rohmi disela-sela bersilahturahmi bersama media massa NTB, di gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB Rabu (6/2) petang.

Menurut Wagub, program pembangunan yang kini sudah dilakukan pemprov NTB jelas tidak akan sampai ke masyarakat, manakala tidak diberikan secara optimal oleh pers. Namun sebaliknya, pers yang tidak berimbang dan tidak konstruktif juga hanya akan menghambat semangat pembangunan.

Oleh karena itu, Rohmi meminta jajaran pers di NTB agar bisa menjalankan fungsinya dengan profesional dan proporsional, memberitakan apa adanya sesuai kaidah jurnalistik tanpa tendensi politik dan kecurigaan berlebihan.

“Terkadang saya temui, ada saja berita yang tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi. Banyak hal yang miss, entah karena yang menyampaikan kurang lengkap atau yang mendengar itu menafsirkannya berbeda,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di NTB, cukup banyak pemberitaan yang terkesan menyimpulkan bahwa kinerja pemerintah dalam pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa berjalan sangat lamban.

Sejumlah pemberitaan, menurut Ummi Rohmi, seolah menganggap bahwa proses pembangunan huntap itu semudah membalik telapak tangan. Di sisi lain, pemberitaan tidak memberi edukasi dan pemahaman pada masyarakat tentang proses dan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang sebenarnya.

Padahal,  sejatinya, proses rehab dan rekons praktis baru dimulai pada November 2018. Sebab, gempa bumi Juli-Agustus menyisakan gempa-gempa susulan hingga September.

“September itu pembersihan puing-puing, sehingga praktis proses rehab rekons ini baru kita mulai November. Tahapannya juga tidak semudah membalik telapak tangan, karena ada pendataan, verifikasi. Rumah yang dibangun juga harus berstruktur bagus agar tahan gempa. Selain itu harus dipertanggungjawabkan, harus akuntabel,” jelasnya.

“Ada pula, pemberitaan yang tidak sesuai antara judul dengan fakta beritanya. Pemberitaan ini yang justru membuat masyarakat resah, apalagi situasi (psikologis) masyarakat sebagai korban daripada gempa bumi itu,” sambung Rohmi.

Wagub menambahkan, pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini, pemprov dan pemda kabupaten/kota yang terdampak gempa di NTB, tengah giat-giatnya membangun huntap berstruktur bagus dan tahan gempa. Selain itu, seluruh proses pembangunan juga harus bisa dipertanggungjawabkan, akuntabel.

“Tahapan ini yang kadang kurang dipahami. Sehingga seolah kita membangun huntap itu seperti membalik telapak tangan. Padahal tidak ada orang yang bisa membangun huntap dengan hitungan jam atau hari. Persiapannya butuh waktu, prosesnya butuh akuntabilitas, dan huntap yang didirikan dihajatkan struktur harus baik. Kenapa? Karena NTB dan Indonesia ini adalah wilayah yang rawan gempa terletak di cincin api. Sehingga jangan sampai rusak lagi ketika ada gempa dan pembangunan sia-sia,” tandas Rohmi.

“Jadi, niat pemerintah agar yang terbangun nantinya, rumah berstruktur bagus dan tahan gempa harusnya disambut positif semua pihak. Karena, kalau hanya bangun cepat-cepat, asal-asalan yang penting cepat tapi struktur tidak bagus, maka kalau ada gempa rusak lagi. Ini kan sia-sia,” tambahnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Balai Kriya Dekranasda Diresmikan Hj.Mufidah Kalla

MATARAM,DS-Hj. Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), menyambut baik dan memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: