Jumat , 15 November 2019
Home / Ekonomi / Harga Cabai Rawit Meroket, NTB Upayakan BI Mataram Bantu Intervensi Pasar
Gubernur Zulkieflimansyah saat menerima kunjungan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Harga Cabai Rawit Meroket, NTB Upayakan BI Mataram Bantu Intervensi Pasar

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah meminta pihak Bank Indonesia (BI) ikut membantu melakukan intervensi pasar terkait terus meroketnya harga cabai di sejumlah pasar tradisional yang terjadi di wilayah NTB yang terpantau menembus kisaran Rp 70-80 ribu per kilogramnya.

Menurut Zul, sesuai laporan Kadis Perdagangan NTB, intervensi pasar yang mereka lakukan melalui kegiatan pasar murah untuk menekan naiknya harga cabai di pasaran di sejumlah wilayah telah intensif dilakukan. Namun tetap saja harga cabai tersebut masih melonjak.

“Laporan soal kenaikan harga cabai sudah saya terima. Hanya saja memang saya belum bicara langsung dengan pimpinan BI Perwakilan Mataram untuk melakukan intervensi pasar secara bersama-sama dengan jajaran pemerintah daerah,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Selasa (6/8).

Zul mengatakan intervensi pasar yang diperlukan oleh BI, dirasa sangat penting dilakukan. Sebab, BI memiliki perangkat dalam menekan angka inflasi melalui kegiatan survei pemantauan harga (SPH) yang rutin mereka lakukan di semua wilayah di Indonesia. Termasuk, di wilayah provinsi NTB.

“Insya Allah, saya akan menemui Kepala BI Perwakilan NTB untuk bersama-sama turun melakukan intervensi pasar dengan perangkat yang ada. Yang pasti ini agenda mendesak. Karena, memang ini yang dikehendaki oleh jajaran Dinas Perdangan NTB,” kata Gubernur.

Zul menyatakan, upaya lain yang perlu juga dilakukan untuk menekan naiknya harga komoditas pertanian yang dibutuhkan oleh masyarakat, adalah dengan mulai fokus menggalakan program industrilialisasi di NTB.
Kata Gubernur, industriliasasi yang dimaksudkan tidak harus butuh sesuatu mesin yang canggih. Namun lebih pada upaya meningkatkan nilai tambah pada produk pertanian, sehingga bisa bertahan lama.

“Misalnya, cabai dan tomat. Kalau kita tanam terus petik dan menjualnya langsung. Tentu, fluktuasi harganya akan turun naik di pasaran. Namun, jika kita bina UMKM kita dengan sedikit ada sentuhan teknologi yang tidak butuh sesuatu yang wah. Tapi, hanya ada sentuhan sedikit alat untuk membuat sambalnya bisa tahan lama. Saya yakin fluktuasi harga itu tidak akan terjadi. Inilah yang dimaksud industriliasasi itu,” jelas Zul.

Gubernur menjelaskan, pemikiran terkait industriliasasi adalah sesuatu yang besar haruslah mulai dikurangi. Mengingat, industriliasasi yang digagasnya lebih pada upaya meningkatkan nilai tambah produk yang dimaksud.
Apalagi, lanjut Zul, dirinya mengalami langsung menjadi petani tomat. Sehingga, ia berpikir bagaimana produk yang ditanamnya itu bisa meningkatkan nilai tambah dan tidak dijual langsung hanya dengan merubah komoditas itu menjadi produk yang tahan lama. Sehingga, hasil pertanian yang dibudidayakannya bisa membuatnya berhasil seperti saat ini.
“Inilah yang saya mau ajak masyarakat bagaimana industriliasasi itu fokus merubah pemikiran mereka. Yakni, menjadikan produk itu bisa tahan lama dengan sentuhan sedikit teknologi, sehingga hasilnya akan bisa meningkat dua kali lipat,” ucapnya.

Zul menegaskan, program pengendalian harga akan tidak bisa berguna manakala bahan baku yang bersumber dari pertanian di wilayah NTB terus dijual ke luar daerah. Oleh karena itu, ia berharap, seluruh produk pertanian yang dihasilkan oleh para petani harus diolah dan diproses terlebih dahulu.

“Peran BI untuk membantu permodalan juga penting. Karena, sangat mustahil jika OPD pemprov yang diminta menyiapkan mesin-mesin untuk pengolahnya karena tugas penyiapan mesin-mesin itu adalah ranah daripada investor yakni, kalangan swasta dan BUMN. Sementara, tugas OPD lebih pada penyiapan apa yang menjadi kebutuhan daripada investor,” tandas Gubernur.

“Makanya, sejak awal saya tekenkan kepala OPD pemprov melayani masayarakat, khususnya investor itu jangan hanya slogan tapi pelayananya memang dari dalam hati. Sehingga, hasilnya tentu akan baik,” tambah Zul. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: