Senin , 19 Agustus 2019
Home / Ekonomi / Harga Bawang Putih Mulai Normal di Mataram
Wagub NTB yang didampingi Kepala Diseperindag NTB saat memantau harga bawang di pasar tradisional Mataram

Harga Bawang Putih Mulai Normal di Mataram

MATARAM, DS – Harga bawang putih melonjak mencapai kisaran Rp 60-100 ribu per kilogram (kg) banyak dikeluhkan oleh pedagang dan masyarakat. Keluhan itu disampaikan pedagang secara langsung kepada Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah dan Kepala Dinas Perdagangan Putu Selly Andayani saat meninjau harga di Pasar Induk Mandalika Bertais, dan Pasar Kebon Roek di Kota Mataram, Kamis (9/5).

Harga bawang putih sendiri menjadi komoditas yang harganya melejit naik di awal bulan Ramadhan tahun ini. Dimana untuk bawang putih harganya mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 per kilogramnya. Padahal, normalnya harga bawang putih hanya pada angka Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kg.

Meski begitu, dengan mulai berangsur-angsurnya masuknya kuota bawang putih impor nasional sejak Selasa (7/5) hingga Rabu (8/5) dari Tiongkok sebanyak 84.000 ton. Terpantau, harga bawang putih mulai turun mencapai Rp 40 ribu. Apalagi, dari total kuoata yang ada, bawang putih yang datang ke NTB mencapai 72 ton saat ini.

“Bahkan, tadi kita pantau di pengepul harganya sudah mencapai Rp 38 ribu perkilogramnya di dua pasar tradisional di Mataram,” ujar Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani menjawab wartawan di sela-sela sidak itu.

Menurut dia, masuknya bawang putih import telah mampu menjadi solusi untuk mengatasi kenaikan harga bawang putih saat ini. Sebab, secara domestik memang bawang putih belum bisa disuplai dari dalam negeri sehingga harus impor.

Selly mengaku, masuknya bawang putih produk Tiongkok ini merupakan realisasi dari persetujuan impor yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada importir dengan total volume 115.000 ton.

Pasokan bawang putih impor ini, ungkap Selly, akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di NTB. Termasuk untuk pemenuhan kebutuhan selama bulan Ramadhan hingga lebaran.

“Insya Allah bawang putih impor yang kini sudah datang 72 ton, maka pasokan kebutuhan konsumen NTB, khususnya di Mataram akan bisa mulai normal,” ucapnya.

Dikatakan Selly, bawang putih memang bukan bahan pokok. Namun bawang putih adalah komoditas yang signifikan dibutuhkan untuk menghasilkan cita rasa khas NTB, terutama untuk masakan.

Lebih lanjut, Selly mengatakan, bahwa selain bawang putih yang mengalami kenaikan harga adalah harga daging sapi lokal mencapai Rp 130 ribu dari awalnya Rp 125 ribu.

“Adanya kenaikan sekitar Rp 5 ribu pada komoditas daging sapi membuat tadi kita melakukan sidak ke sejumlah gudang dan distributor daging di NTB. Salah satunya, CV 88 di komplek pergudangan Sweta, Kelurahan Bertais, Kota Mataram,” ungkapnya.

“Pastinya, operasi pasar akan kita lakukan kalau memang ada kenaikan harga bahan pokok. Kalau bawang putih ini kan sebenarnya bukan pokok ya, ini dinamik. Namun sensitifikasi dari Bulog dan Diserindag akan terus kita update,” tambah Selly Andayani. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Balai Kriya Dekranasda Diresmikan Hj.Mufidah Kalla

MATARAM,DS-Hj. Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), menyambut baik dan memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: