Minggu , 22 September 2019
Home / Ekonomi / Harga Anjlok, Petani Tembakau Virginia Lombok Gigit Jari
H. Bohari Muslim

Harga Anjlok, Petani Tembakau Virginia Lombok Gigit Jari

MATARAM, DS – Para petani tembakau Virginia Lombok  di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah bagian selatan, provinsi NTB gigit jari dan menjerit pada musim panen kali ini, harga tembakau anjlok dari harga sebelumnya.

Jika biasanya tembakau kualitas atas  (grade tinggi) per kuintalnya bisa laku dijual Rp 4-5 juta, kini harganya hanya berkisar antara Rp 400-500 ribu per kuintalnya.  Kondisi harga turun juga terjadi pada tembakau, kualitas rendah biasanya Rp 15- 20 ribu per Kg,  kini dihargakan hanya  Rp 8.500 per Kg.

Sedangkan, kualitas sedang di kisaran harga Rp 20-30 ribu per Kg dan yang biasa di kisaran Rp 30 ribu ke atas. Akibatnya petani merugi hingga jutaan rupiah.”Petani tembakau saat ini sedang melakukan panen raya, tapi kondisi inia tidak dibarengi dengan harga jual yang tinggi dan hasil panen yang melimpah,” ujar Anggota DPRD NTB fraksi Nasdem H. Bohari Muslim menjawab wartawan, Rabu (11/9).

Bohari mengaku, fluktuasi rendahnya harga jual tembakau saat musim panen terus terjadi tiap tahunnya. Namun sayangnya, belum ada upaya kongkrit dari pemerintah mengatasi hal tersebut.

Oleh karena itu, ia perlu menyuarakan kondisi para petani tembakau di wilayah Selatan Pulau Lombok yang kini menjerit kesakitan terkait merosotnya harga jual tersebut pada sidang paripurna DPRD NTB kali ini. “Harapan saya berteriak di forum paripurna agar ada upaya solutif untuk dan bagaimana lembaga DPRD mampu menjawab keresahan dan penderitaan yang dialami para petani tembakau selama ini,” tegasnya.

Sebagai anak petani tembakau. Bohari menyatakan, sejatinya jika harga jual tembakau petani Lombok mahal, maka kesejahteraan rakyat akan terakomodir. Mengingat, ongkos produksi yang mereka keluarkan saat proses pembudidayaanya akan bisa terkover dengan harga jual yang pantas dan layak.

Selain itu, pusat perbelanjaan (mall-mall) di Kota Mataram akan ramai kebanjiran oleh kedatangan petani tembakau yang akan melakukan pembelian. “Tapi, jika sudah harga jualnya rendah seperti saat ini, saya meyakini akan bencana besar. Yakni, petani akan bisa gelap mata untuk melakukan pemotongan pohon yang ada di sekitar mereka. Ini yang kita khawatirkan, persoalan klasik itu,” kata Bohari.

Menurut Bohari, kehadiran pemerintah untuk menyetabilkan harga penjualan tembakau dirasa penting. Pasalnya, dalam perda yang ada sudah ada klausul yang mengharuskan harga penjualan harus berdasarkan adanya kesepakatan pemerintah, perusahaan mitra dan petani.

“Tapi di lapangan saya temukan praktik adanya kesepakatan harga pembelian petani tembakau tidak dilakukan. Ini yang saya suarakan itu lebih pada upaya agar ada upata komprehensif pemerintah daerah agar bagaimana bisa memanggil para pengusaha untuk bisa melakukan intervensi terkait bagaimana menyatabilkan harga tembakau agar tidak anjlok seperti saat ini,” ucap Bohari.

Ia menegaskan, seandainya perda itu dijalankan seperti peruntukannya, maka petani tembakau Virginia Lombok tidak akan sengsara seperti saat ini. Oleh karena itu, Bohari berencana akan melakukan inisiasi mengumpulkan seluruh anggota DPRD NTB dapil Lombok Timur Selatan agar bagaimana bisa menyikapi persoalan anjloknya harga pembelian tembakau para petani tersebut.

“Kalaupun ada klausul perda yang tidak menyebutkan harga minimimal pembelian. Disitu tugas kita melakukan inisiasi untuk merevisi perda yang telah dibuat untuk bisa lebih berpihak pada para petani tembakau,” tandas Bohari Muslim. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Resmikan Enam Sekolah Bantuan Yayasan Media Group

Lombok Utara,DS – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan enam sekolah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: