Senin , 16 Desember 2019
Home / Ekonomi / Gundukan Pasir 15 Meter di Tanak Beak Dampak Letusan Gunung Samalas
Gubernur Zulkieflimansyah bersama Deputi Menko Maritim dan Sumberdaya, Heryadi Rachmat saat mengunjungi lokasi penelitian eks Kerajaan Pamatan di Tanak Beak

Gundukan Pasir 15 Meter di Tanak Beak Dampak Letusan Gunung Samalas

MATARAM, DS – Letusan Gunung Samalas atau yang dikenal dengan Gunung Rinjani di Pulau Lombok pada sekitar tahun 1257 atau abad ke-13, dipastikan lebih dahsyat dan lebih hebat dibandingkan letusan Gunung Tambora dan Gunung Krakatau.

Itu menyusul, dari catatan sejarah zaman pertengahan Eropa sempat terjadi pendinginan mendadak, dan mengalami kegagalan panen akibat letusan di wilayah Eropa. Bahkan, cuaca sangat mengerikan berlangsung di musim panas 1258. Yakni, saat itu suhu anjlok menjadi sangat dingin dan hujan turun tak henti, menyebabkan bencana banjir.

Selain itu, di NTB, tercatat kerajaan kuno tua bernama Pamatan yg tertimbun pasir yang berlokasi di wilayah Tanak Beak, kecamatan Narmada, Lombok Barat hingga kini, masih di penuhi pasir. Menariknya, setelah para penambang menggali kira-kira lebih 15 meter menemukan adanya tanah asli dari kerajaan Pamatan itu.

Gubernur Zulkieflimansyah yang turut mendampingi rombongan Deputi Menko Maritim dan Sumberdaya, Heryadi Rachmat pada Selasa (6/8), mengaku terheran-heran lantaran dampak letusan Gunung Rinjani yang kini terdapat penggalian pasir adalah timbunan dari kerajaan Pamatan yang menutup kampung itu.

“Tadi saya lihat langsung, adanya tembok di belakang kami setinggi hampir 15 meter merupakan timbunan pasir yang berasal dari letusan Gunung Samalas yang terjadi dalam dua hari letusan,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Selasa (6/8).

Menurut Zul, tanah pasir yang digali oleh masyarakat di wilayah Tanak Beak, Narmada selama ini, merupakan kampung yang bersejarah. Sebab, saat para tim peneliti dari Menko Maritim dan Sumberdaya melakukan penggalian, ditemukan banyak artefak bersejarah dan peninggalan lain yang akan menguak banyak cerita dan kisah tentang masa lalu daerah NTB yang membanggakan.

Oleh karena itu, kata Gubernur, dirinya telah meminta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat untuk melakukan penggalian awal supaya menemukan apa-apa yang ada disana. Mengingat, tim peneliti dari pusat sempat menemukan adanya gerabah dari kerajaan Pamatan.

“Situs bersejarah ini memang perlu dijaga. Karena, bisa jadi simbol bersejarah yang jauh lebih canggih dari situs gunung api sebelumnya di Indonesia, bahkan di dunia. Apalagi, cerita yang fiks dan komprehensif untuk menggambarkan kejadian letusan Gunung Samalas belum ada yang menulisnya dengan detail,” jelas Zul.

“Kenapa perlu kita kawal. Ini jangan sampai persepsi masyarakat muncul karena kita lakukan penelitian, nanti harga tanah disana mereka naikkan. Yakni, seolah-olah penggalian yang kita lakukan dikesankan menggali harta karun. Padahal, itu untuk bahan mencari kampung bersejarah,” sambung dia.

Terkait rencana mengundang para ahli sejarah dan Arkeolog ke NTB. Gubernur mengaku, hal tersebut juga membutuhkan biaya. Sebab, mereka datang juga tidak gratis, lantaran para peneliti datang juga dengan membawa peralatan.
“Penggalian desa kerajaan yang tertimbun akan menghadirkan banyak cerita baru tentang corak manusia. Yakni, jangan-jangan peradaban kita di NTB jauh lebih tinggi dari pada Mesir. Inilah masksud dari penetapan Geopark Rinjani itu,” tegas Zul.

Dalam kesempatan itu. Gubernur memperoleh informasi dari Kepala Dusun setempat terkait mulai melonjaknya harga harga tanah di sekitar areal ditemukannya kerajaan kuno tua bernama Pamatan tersebut.

“Kita datang bersama para peneliti ini tidak lain menyambut International Conference on Geopark di Lombok pada awal September ini, tapi persepsi masyarakat sudah lain-lain. Ini tugas kita bersama bagaimana mengedukasi mereka agar paham akan manfaat dari hasil penelitian itu kedepannya,” tandas Zulkieflimansyah. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Punya Pabrik Minyak Kayu Putih Terbesar di Dunia

Bima,DS- Kini warga masyarakat NTB patut berbangga. Sebab, pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: