Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Ekonomi / Gubernur Tugasi Kadis PU Kejar Sisa Dana Rp 250 Miliar ke Pusat
Gubernur Zulkieflimansyah saat menerima delegasi keluarga besar masyarakat Bima di Mataram di Pendopo Gubernur

Gubernur Tugasi Kadis PU Kejar Sisa Dana Rp 250 Miliar ke Pusat

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah berkomitmen memenuhi janjinya untuk memantapkan kondisi jalan di wilayah Pulau Sumbawa yang belum mantap sepanjang 242,71 km, serta perbaikan 138 unit jembatan dengan total panjang 4.371 meter yang masih berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun hingga saat ini.

Menurut Zul, tekad menambal kekurangan dana mencapai Rp 250 miliar dari rencana awal Rp 1 triliun — namun disetujui DPRD NTB melalui pansus ranperda percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022 sebesar Rp 750 miliar — akan dilakukan melalui dana yang bersumber dari APBN.

“Nanti, teknisnya kita akan datangi semua kementrian dan lembaga di Pusat untuk dapat mengintervensi sisa kekurangan dana perda jalan tahun jamak di Pulau Sumbawa. Insya Allah, kalau angka Rp 250 miliar, jika kita terus lobi intensif ke Pusat maka itu akan bisa terwujud,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Minggu (16/6).

Zul mengaku telah menyampaikan hasil sidang paripurna DPRD NTB terkait pengesahan ranperda percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022 menjadi perda pada saat menerima delegasi keluarga besar masyarakat Bima di Mataram, Sabtu (15/6) malam. Menurut Gubernur, alasan DPRD NTB melakukan rasionialisasi anggaran dari usulan awal sebesar Rp 1 triliun, dinilainya sangat masuk akal mengingat kemampuan pembiayaan belanja modal provinsi NTB pada tahun anggaran 2019 hanya mampu pada angka sebesar Rp 253,4 miliar dari total APBD NTB mencapai Rp 5,2 triliun pada tahun 2019 ini.

“Bagi saya, langkah DPRD melakukan rasionalisasi dapat kita terima. Itu pula yang saya sampaikan pada perwakilan masyarakat dari Pulau Sumbawa, khususnya keluarga Bima di Mataram agar mereka membantu menyolisasikannya pada masyarakatnya, sehingga tidak muncul kesalah pahaman nantinya,” tegasnya seraya mengaku bersyukur terkait disahkannya raperda yang berjalan alot serta melalui perdebatan panjang tersebut. Termasuk, sejumlah catatan-catatan dialamatkan padanya terkait penyempurnaan jalannya perda tersebut.

“Adanya dinamika yang terjadi di DPRD dan pansus, itu biasa termasuk bagaimana Fraksi PDIP yang membuat berbagai telaahan kritis pada substansi perda yang kita usulkan pada sidang paripurna lalu. Bagi saya itu positif pada perbaikan dan pelaksanaan perda kedepannya,” jelasnya.

Zul menuturkan, lantaran perbaikan jalan dan jembatan di wilayah Pulau Sumbawa disetujui pada angka Rp 750 miliar lebih pada APBD kali ini, dirinya telah memberi tugas pada Kadis PU NTB untuk mencari formula terkait sisa kebutuhan dana yang kurang mencapai Rp 250 miliar.

“Tidak ada istilah kecewa, tapi tugas kita adalah bagaimana kita minta pak Kadis PU agar mulai melakukan penyisiran anggaran dan lobi ke pemerintah pusat terkait tambahan anggarannya. Pokoknya apapub keputusan DPRD, kami terima kok,” tandasnya.

Diketahui pada sidang paripurna DPRD, Selasa (11/6) malam lalu iti. DPRD NTB melalui pansusnya menyetujui ranperda percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022 untuk disahkan menjadi perda.

Meski demikian, dari usulan anggaran mencapai Rp 1 triliun justru anggaran yang disetujui oleh DPRD adalah sebesar Rp 750 miliar lebih, sehingga ada kekurangan sebesar Rp 250 miliar. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bangun Jalan Dua Dusun di Loteng Hasil Hibah Warga TNI dan Masyarakat Bersinergi

LOTENG, DS – Pengerjaan pembukaan jalan baru sepanjang 1.450 meter yang menghubungkan dua dusun di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: