Senin , 18 November 2019
Home / Ekonomi / Gubernur Minta Perusahaan Tambang Jangan Hanya Berfikir Keuntungan
Gubernur Zulkieflimansyah (kiri) didampingi Wagub Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri penerimaan jenazah almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah di BIL

Gubernur Minta Perusahaan Tambang Jangan Hanya Berfikir Keuntungan

LOTENG, DS – Perusahaan tambang skala besar yang beroperasi di NTB, salah satunya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang beroperasi di KSB, diharapkan tidak hanya fokus memikirkan keuntungan semata tanpa memikirkan nasib masyarakat yang tinggal di lingkar tambang.

Gubernur Zulkieflimanyah meminta para pemain tambang besar harus merubah filosofi dalam mengelola tambang. “Jangan lagi memaknai masyarakat sekitar sebagai pengganggu, tapi jadikan bagian dari proses industri tambang yang ada,” ujar Zul menjawab wartawan, Senin (19/8).

Menurut Gubernur, potensi tambang yang cukup besar di NTB, tentu memiliki peran besar dalam kontribusinya bagi kemajuan ekonomi. Namun di satu sisi, juga dapat menimbulkan masalah besar bagi lingkungan sekitar, apabila potensi pertambangan tersebut tidak dikelola atau dimanage dengan baik oleh pemerintah.

Sehingga, kata Zul, investor-investor tambang besar di NTB harus mulai merubah pola dalam melakukan kegiatan eksplorasinya. Diantaranya, kewajiban penyaluran anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) harus mampun memberikan pendidikan kepada masyarakat lingkar tambang.

“Tentunya, dengan meningkatkan skill dan kemampuan kerja, sehingga mampu direkrut kerja maka akan ada rasa ikut memiliki. Dengan demikian lingkungan NTB akan selalu aman dan nyaman bagi dunia investasi,” kata gubernur.

Zul mengaku, akan menggelar karpet merah untuk menyambut masuknya investor di NTB. Selain itu pemerintah juga akan membantu dan mempermudah semua proses pengurusan izin dalam melakukan investasi. Namun, tentunya investor yang betul-betul memiliki keseriusan bukan investor yang abal-abal.

Ke depan lanjut Doktor Zul, pemerintah akan terus menginventarisir potensi-potensi investasi di NTB. Untuk kemudian ditindak lanjuti dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) handal bidang pertambangan. Sehingga dalam semua proses dari operasi tambang, masyakat NTB menjadi bagian, dengan demikian masyarakat lokal tidak lagi menjadi penonton di tanah sendiri.

Selain itu, Gubernur menghimbau semua investor, jika memiliki masalah dan kendala di lapangan, untuk selalu mengkomunikasikan dengan pemerintah sehingga pemerintah akan mencari solusi pemecahan masalah yang ada di tingkat masyarakat.
“Jika ada masalah atau kendala, dikomunikasikan, sehingga kita bisa kondisikan dengan masyakat,” tandas Zul.

Terpisah, Pemerhati Ekonomi NTB, Dr. M. Firmansyah menyatakan setuju dengan gagasan Gubernur bahwa membangun tambang itu tidak boleh hanya memikirkan tambang itu sendiri. Namun juga harus memikirkan masyarakat di sekitar tambang itu. “Saya sependapat dengan pak Gubernur, kita tidak bisa berpikir ansih bahwa ketika membangun tambang hanya memikirkan tambang saja. Berapa radius dari pengaruh tambang itu harus dipikirkan,” ungkapnya.

Karena itu katanya, perlu dibuatkan blueprint atau masterplan tentang kontribusi lain dari kehadiran tambang itu, baik kontribusi langsung maupun tidak langsung. Yaitu kontribusi langsung yang ia maksud berupa masyarakat bisa langsung bekerja di perusahan tambang yang ada. Sementara kontribusi tidak langsungnya berupa pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya. Menurut Firmansyah, para pengusaha tambang harus mulai memikirkan ke depannya tidak ada lagi pemutusan hubungan kerja secara mutlak. “Mulai dari sekarang, karyawan itu mulai dilatih untuk menyiapkan diri menjadi enterpreunership. Jadi, ketika nantinya ada persoalan, tambang sudah tidak ada, mereka sudah bisa membangun sendiri kehidupan ekonominya,” tandasnya. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: