Jumat , 15 November 2019
Home / Ekonomi / Gempa 6 SR di Bali Dirasakan di Lobar-Mataram, Siswa Dipulangkan
Sejumlah siswa MTS Al Halimy dusun Kebun Indah, desa Sesela, kecamatan Gunungsari Lombok Barat berlarian ke halaman sekolah

Gempa 6 SR di Bali Dirasakan di Lobar-Mataram, Siswa Dipulangkan

MATARAM, DS – Gempa bumi magnitudo 6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Dua, Bali, sekira pukul 07:18:36 WIB atau sekitar pukul 08.18 Wita juga dirasakan warga Kota Mataram dan Lombok Barat. Akibatnya, getaran gempa tersebut warga berhamburan ke luar rumah.

Selain itu, ratusan jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) sembilan yang berjumlah 161 orang usai pelepasan di Kantor Walikota Mataram juga panikan.

Tak hanya itu, ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Halimy di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat yang tengah belajar di kelas, terpaksa ke luar berlarian menuju halaman sekolah. Hal serupa terjadi di sejumlah sekolah sehingga siswa pun dipulangkan lebih awal.

“Jujur gempa barusan terasa besar sekali,” ujar Nur Hasanah, salah satu siswi MTS Al Halimy Sesela menjawab wartawan, Selasa (16/7).

Menurut dia, getaran gempa terasa keras saat didalam ruangan kelas saat proses belajar mengajar. “Saat itu, jam pelajaran Bahasa Arab baru dimulai seketika pak ustad baru membuka pelajaran tiba-tiba jendela kelas begetar keras. Saat itu, pak guru meminta kita keluar kelas dengan tenang dan tidak panik menuju halaman sekolah,” kata siswa kelas 2 itu.

Sementara itu, Andar, Warga Dasan Sari juga merasakan hal yang sama. Ia ikut berlari ke luar karena merasakan guncangan gempa. “Saya kira saya sendiri yang merasakan gempa,” kata dia. Hingga pukul 08.52 WITA, warga pun kembali beraktivitas. Belum ada laporan kerusakan terkait dampak gempa tersebut.

30 Menit Calhaj Panik

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H Burhanul Islam, membenarkan jika ratusan calhaj Kota Mataram yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) sembilan, sempat panik akibat guncangan gempa 6,0 Skala Richter(SR) yang berpusat di Bali itu.

Menurut Burhanul, sebanyak 161 jamaah calhaj baru saja turun dari bus menuju aula Asrama Haji Embarkasi Lombok seusai proses pelepasan di Kantor Wali Kota Mataram.

“Getaran gempa terjadi ketika jamaah baru saja turun dari bus menuju aula sehingga panik, mencari tempat berlindung dan mencari barang-barang mereka,” ungkapnya.

Menurut Burhanul, kepanikan jamaah berlangsung sekira 30 menit dan mereka masih merasa khawatir dengan adanya gempa susulun. Setelah itu, para petugas haji menenangkan jamaah dengan memberikan imbauan.

Setelah tenang dan jamaah sudah membawa tasnya masing-masing, mereka diarahkan berkumpul ke aula untuk proses pembagian kamar serta proses pemeriksaan kesehatan dari tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Semoga kondisi semua jamaah sehat walafiat agar bisa diterbangkan ke Madinah besok (Rabu, 17/7),” tandasnya..

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa berkekuatan 6 SR itu terjadi pada 07:18:36 WIB. BMKG kemudian mutakhirkan data menjadi 5,8 SR.

Lokasi gempa bumi berada pada 9.11 lintang selatan dan 114.54 bujur timur atau 83 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali, dengan kedalaman 68 kilometer. BMKG menyatakan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: