Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Ekonomi / EKONOMI NTB HARUS BEBAS DARI TRANSAKSI GELAP
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dengan lembaga keuangan lainnya serta para pelaku usaha di Gedung Serba Guna Bank Indonesia, Kota Mataram

EKONOMI NTB HARUS BEBAS DARI TRANSAKSI GELAP

MATARAM,DS-Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dengan lembaga keuangan lainnya serta para pelaku usaha di Gedung Serba Guna Bank Indonesia, Kota Mataram, Kamis (21/12/2017), menegaskan ekonomi NTB harus bersih dari transaksi gelap.

“Ekonomi kita tidak boleh tumbuh dari transaksi-transaksi underground, seperti transaksi narkoba dan transaksi-transaksi lainnya yang bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Sebaliknya ekonomi NTB harus tetap tumbuh positif dari proses transaksi-transaksi yang sehat, baik dari kemajuan sektor andalan yakni pertanian, pariwisata dan industri manufaktur lainnya maupun usaha jasa dan perdagangan yang ada di NTB, ungkap Gubernur yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu.

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari para pimpinan pelaku industri keuangan se-NTB, bupati/walikota se-NTB, Forkompinda Provinsi NTB, Gubernur menjelaskan tren pertumbuhan ekonomi NTB selalu positif, bahkan di atas rata-rata nasional menjadi tantangan besar bagi semua stakeholders terkait untuk terus bekerja keras mempertahan pertumbuhan tersebut. Ia berharap semua elemen mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk memajukan ekonomi NTB.

Lebih jauh TGB memaparkan ekonomi NTB tanpa tambang masih tetap tumbuh di atas rata-rata nasional. “Tambang memang tidak terlalu kita perhitungkan, karena kauangannya sebagian besar di Pemerintah Pusat. Dan hanya sebagian kecil saja mengucur  ke daerah dalam bentuk royalty dengan penyerapan tenaga kerja yang juga masih relatif kecil,” tuturnya.

Terlebih saat  ini sektor tambang hanya mengandalkan pada penjualan konsentrat saja. Beda halnya kalau sudah berskala industri dengan pembangunan smelter di NTB, menurut TGB, maka akan berpengaruh besar pada angka pertumbuhan ekonomi daerah karena segala prosesnya ada di daerah kita, ujarnya.

Untuk itu, ditegaskannya ke depan NTB akan lebih  fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan, yakni sektor pertanian yang telah menjadi andalan utama NTB selama ini. Selain sektor pertanian juga sektor kepariwisataan yang menjadi salah satu sektor andalan yang terus dikembangkan saat ini, terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia.

Gubernur TGB  berharap kepada para pelaku-pelaku industri keuangan untuk terus meningkatkan sinergi dan peranannya  dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di NTB.

TGB juga mengingatkan pentingnya konsep pembangunan ekonomi berkeadilan sebagai pilar kebijakan yang  utama dalam mendorong  pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di NTB. Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang tidak berkeadilan akan menjadi bom waktu yang suatu saat nanti akan menjadi sumber kehancuran suatu negara atau daerah.

“Saya berharap pertumbuhan ekonomi ke depan harus berkeadilan, jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang tinggi justru akan memperlebar ketimpangan di tengah-tengah masyarakat kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Priyono, menegaskan pertemuan tahunan itu mengangkat tema “Memperkuat Momentum”. Tujuannya untuk menyatukan langkah dan membangun sinergi antar lembaga untuk akselerasi, sekaligus ajang sharing mengenai perkembangan, pandangan, kebijakan BI dikaitkan tantangan ekonomi Indonesia ke depan, khususnya di NTB.

Pertemuan tahunan Bank Indonesia, kata Priyono, juga untuk  menyambut kegiatan Annual Meeting yang akan diikuti oleh 189 negara dan COE perusahaan-perusahaan besar dunia dengan total peserta 15.000 orang yang akan diselenggarakan di Sanur Nusa Dua Bali pada tahun 2018  mendatang.

Bank Indonesia memprediksikan perekonomian NTB akan terus tumbuh dengan baik dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi global, terutama ekonomi berbasis digital.

Menurutnya, ke depan ekonomi di NTB harus berbasis digital, karena sistem ekonomi digital saat ini memiliki tren pertumbuhan sangat besar di dunia. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PT Bentoel Group Naikkan Pembelian Tembakau Petani, Gubernur Minta Perusahaan Lain Tiru

MATARAM, DS – PT Bentoel International Investama Tbk (Bentoel Group) menyelenggarakan Pembelian Raya Tembakau Mitra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: