Selasa , 31 Maret 2020
Home / Ekonomi / Disnakertrans Lotim Hentikan Pengiriman TKI
H.Hirsan

Disnakertrans Lotim Hentikan Pengiriman TKI

SELONG,DS- Kementerian Ketenagakerjaan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Luar Negeri. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 151 Tahun 2020, tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Selaku kepanjangan tangan Kementerian di tingkat Kabupaten, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur juga telah mulai menghentikan pengiriman PMI mulai hari ini (Jumat, 20/03/2020).

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja ( Kabid PPTK), Disnakertrans Lotim, M. Hirsan, menjelaskan upaya ini sebagai perlindungan Pemerintah terhadap PMI agar tidak terjangkit virus Covid-19. Sedangkan, bagi PMI yang telah bekerja di Negara penempatan harus memperhatikan arahan dari Negara penempatan untuk mengatisipasi penyebaran wabah Corona.

“Terhadap pekerja migran yang sudah bekerja disana tetap bekerja seperti biasa. Namun, tetap memperhatikan kebijakan negara penempatan dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona,” ujar Hirsan.

Penghentian pengiriman PMI tersebut, berlaku untuk pengiriman PMI ke seluruh Negara. Beberapa Negara tujuan penempatan calon PMI juga tidak lagi mengeluarkan Visa.

Penghentian pengiriman PMI ini juga belum diketahui kapan akan dicabut oleh Pemerintah Pusat. Tentunya, tergantung pada situasi dan status kesiagaan bencana non-alam Covid-19 di Indonesia. Serta kondisi Negara tujuan penempatan PMI.

“Membaca surat keputusan itu, tidak dijelaskan sampai kapan. Ketika situasi sudah membaik, akan diberikan kita surat keterangan kembali,” jelas Hirsan.

Adapun jumlah PMI yang sudah terdaftar pada Disnakertrans Lotim hingga Februari 2020 telah mencapai lebih dari 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, calon PMI yang telah melalui tahap Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP), akan tetap diberangkatkan dengan melalui tahapan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Terhadap yang sudah PAP, boleh berangkat. Namun, ada mekanisme yang harus dijalankan termasuk pemeriksaan bebas dari virus Corona,” jabarnya.

Sementara terkait Surat Edaran Bupati yang mewajibkan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk melaporkan kepulangan TKI ilegal, dikatakan oleh Hirsan telah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan telah adanya laporan yang masuk dari Desa tentang kepulangan TKI ilegal.

“Kemarin, Desa Suwangi Timur sudah melaporkan tiga orang warganya yang pulang. Datanya sudah kami dapatkan,” kata dia.

Sedangkan bagi calon TKI ilegal yang hendak berangkat dimasa tanggap darurat ini, Hirsan mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan kontrol sendiri. Sehingga, dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk menangkal penyebaran Corona.

“Kita kepung masalah ini, berusaha kita tuntaskan. Mudah-mudahan di Lombok Timur tidak ada yang terjangkit virus Corona,” harapnya.dd

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Lantik Pimpinan BAZNAS NTB

Mataram,DS- Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc mengambil sumpah dan melantik pimpinan Badan Amil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: