Jumat , 15 November 2019
Home / Ekonomi / Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wagub Sitti Rohmi Djalilah saat menyapa para wisman yang berada diatas kapal pesiar berukuran 261 meter yang berkapasitas 5.000 orang dan singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat

Capaian 6,26 Persen Ekonomi NTB Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

MATARAM, DS – Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mengalami trend positif. Tak tanggung, kisaran angka pertumbuhannya pun mencapai 6,26 persen (yoy). Raihan tersebut menempatkan Provinsi NTB menjadi wilayah di Indonesia yang mengalami kenaikan pertumbuhan tertinggi keempat dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS NTB, I Gusti Lanang Putra, mengatakan angka pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 6,26 persen (yoy) tersebut jauh mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada kisaran sebesar 5,02 persen saat ini. “Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori konstruksi sebesar 29,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 10,64 persen,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (6/11).

Menurut Gusti Lanang, jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi NTB triwulan III-2019 dengan triwulan sebelumnya (q to q). Maka, terlihat pertumbuhan ekonomi NTB berada pada kisaran 1,42 persen. Dimana, di sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori industri pengolahan sebesar 56,31 persen.

Sementara, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,24 persen. “Jika dibandingkan, pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I sampai dengan III 2019 terhadap triwulan I sampai dengan III 2018 (c-to-c), maka ekonomi NTB tumbuh sebesar 3,70 persen,” jelasnya.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh 14 kategori lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi pada kategori konstruksi sebesar 14,05 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen PMTB yang tumbuh sebesar 8,63 persen. “Pertumbuhan positif sebagian besar lapangan usaha mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 6,26 persen pada triwulan III-2019,” ucap Gusti Lanang.

Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi yang relatif besar tersebut tidak diikuti dengan indeks tendensi konsumen NTB pada triwulan III-2019 sebesar 98,09 persen. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa rumah tangga di NTB merasa kondisi perekonomiannya tidak lebih baik dibandingkan triwulan II-2019.

Hal itu menyusul, pendapatan yang diterima oleh konsumen pada triwulan III-2019 lebih sedikit dibandingkan triwulan lalu, dengan indeks pendapatan kini sebesar 98,45 persen. “Pesimisme konsumen NTB tersebut didasari oleh menurunnya pendapatan,” tandas Gusti Lanang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani menyatakan, jika pengembangan sektor pariwisata NTB sangat terlihat setelah dibukanya penerbangan langsung Lombok – Perth. Hasilnya, peningkatan wisman Australia mencapai 425 persen.

Untuk itu, ia menyarankan agar pasar Australia perlu digarap maksimal. Dengan membuka direct flight ke kota-kota lainnya di Australia, seperti Lombok – Sydney. “Apalagi, Sydney merupakan kota yang besar di Australia,” ungkapnya.

Terpisah, Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah menambahkan, selain mencatatkan peningkatan, angka pertumbuhan ekonomi NTB juga akan diarahkan agar semakin berkualitas. Misalnya saja, di sektor industri akan didorong pengembangan industrialisasi berbasis sumber daya lokal. Misalnya, industri pengolahan jagung menjadi pakan ternak. “Upaya ini dilakukan sembari terus mendorong tumbuhnya industri-industri besar seperti smelter di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam Negeri

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: