Selasa , 16 Juli 2019
Home / Ekonomi / Aneh, Raskin Menumpuk di Gudang Bulog
Adhar Hakim MH

Aneh, Raskin Menumpuk di Gudang Bulog

MATARAM, DS – Sebanyak 36 ribu ton stok beras ditemukan Ombudsman Perwakilan NTB tersimpan di Gudang Bulog di Dasan Cermen, Kota Mataram. Padahal, seharusnya alokasi beras tersebut harus sudah habis didistribusikan akhir Januari untuk warga miskin seperti halnya penyaluran beras miskin (raskin) pada periode Januari tahun 2016 yang sudah habis dibagikan.
Parahnya, pemda kabupaten/kota di NTB hingga saat ini belum mengajukan surat perintah alokasi (SPA). Sementara, setiap bulan seperti tahun sebelumnya jatah raskin di NTB berkisar 7.200 ton.
“Ini aneh, hingga pekan ketiga Februari 2017, ternyata beras jatah warga miskin (raskin) di NTB masih menumpuk belum disalurkan oleh Bulog NTB,” tegas Kepala Perwakilan Ombudsman NTB, Adhar Hakim MH, menjawab wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/2).
Menurutnya, sebagai lembaga negara yang mengawasi pelayanan publik, Ombudsman terus mencermati keseriusan pemerintah daerah dalam rangka penyaluran raskin tersebut. Apalagi, kata Adhar, pihaknya berharap tidak ada persoalan terkait penetapan pagu kebutuhan raskin NTB.
“Sehingga SPA dapat segera dikirimkan ke Bulog Divre NTB sebagai dasar penyaluran raskin itu,” kata dia.
Adhar mengaku mencermati kondisi musim hujan yang cukup mengganggu hasil panen dan sejumlah bencana banjir, maka diperkirakan mempengaruhi kebutuhan raskin di tengah masyarakat saat ini.
Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Chairul Mahsul dalam keterangan kepada Ombudsman RI Perwakilan NTB menjelaskan bahwa sampai saat ini, Pemprov NTB belum menerima penetapan dari pusat sebagai dasar penetapan alokasi raskin/rastra. Tidak seperti tahun lalu, bulan Januari sudah disalurkan.
Informasi yang diperolehnya, karena masih ada perbedaan antara Kementerian Sosial dengan Kemenko Perekonomian/Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Menurutnya, ada perbedaan persepsi program dalam cara penyaluran.
Chaerul berdalih jika Kementerian Sosial menginginkan distribusi raskin berbasis kartu. “Untuk distribusi Raskin Mataram sudah tersalurkan karena sudah menggunakan kartu (metode bantuan pangan non tunai),” jelasnya saat diskusi dengan jajaran Ombudsman NTB.
Pemeriksaan penyaluran raskin di NTB tersebut dilakukan Ombudsman NTB untuk mengantisipasi timbulnya persoalan di kalangan warga yang membutuhkannya. ” Karena itu kami turun lebih awal,” kata Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Arya Wiguna.
Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Divre NTB Achmad Mamun menjawab konfirmasi memberikan penjelasan bahwa diharapkan minggu-minggu ini sudah bisa tersalurkan. ”Belum tersalurnya raskin ini terjadi se Indonesia,” ungkapnya. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Pameran Manufacturing Surabaya ke-15 Pertengahan Juli 2019

Jakarta, DS – PT Pamerindo Indonesia kembali menggelar Manufacturing Surabaya pada 17-20 Juli 2019, di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: