Menu

Mode Gelap

Politik · 22 Okt 2019 09:33 WITA ·

Dukung Mendukung Calon Sekda NTB Sudah Berlebihan


					H. Muzihir Perbesar

H. Muzihir

MATARAM, DS- Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekda NTB yang dilakukan Pansel tuntas pada Rabu (16/10) lalu. Dilaporkan Pansel telah menyerahkan hasil seleksi kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada Kamis (17/10) lalu. Namun, saling dukung caln Sekda NTB terlalu berlebihan.

Wakil Ketua DPRD NTB H. Muzihir mengaku tidak memiliki kapasitas untuk mengintervensi siapa lima kandidat yang kini telah dikerucutkan menjadi tiga orang pejabat tersebut. Hanya saja, ia menyayangkan langkah sejumlah tokoh panutan masyarakat di NTB yang telah menitipkan pesan agar Gubernur meloloskan sejumlah nama tertentu dengan mengabaikan figur lainnya. Hal serupa juga dilakukan kalangan aktifis di NTB yang ramai-ramai ikut bersuara terkait figur Sekda Idaman pad gubernur.

“Harusnya yang dilakukan pada pak Gubernur itu memberikan masukan kriteria calon figurnya, bukan lantas menohok dan menyebutkan satu nama figur yang dianggap baik. Sementara, figur lainnya tidak baik. Pandangan kami ini tidak fair dan berlebihan,” ujar Muzihir menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/10).

Sekretaris DPW PPP NTB itu merasa heran polemik calon Sekda NTB menimbulkan kontroversi di NTB. Bahkan, Muzihir mengibaratkan pertandingan Sekda NTB ini tak ubahnya seperti saat ajang Pilkada Gubernur. Pasalnya, lima kandidat yang diloloskan oleh Pansel memiliki para pendukung masing-masing.

“Ingat, kita ini harus melihat mekanisme dan aturannya. Bagi DPRD, Sekda itu adalah dia yang mampu bekerjasama dengan gubernur. Apalagi, perjalanan anggaran itu ada ditangan pak Sekda selaku Ketua TAPD pemprov NTB. Disini perlu orang yang piawai berkomunikasi dengan kalangan DPRD NTB, jadi enggak gampang,” tegas Muzihir seraya mencontohkan pada masa transisi kepemimpinan, yakni peralihan kekuasaan dari mantan Gubernur terdahulu pada Gubernur Zulkieflimansyah dimana, NTB dihantam terjangan musibah gempa, penjabat Sekda Iswandi dirasa mampu berperan pada masa sulit kala itu.

Oleh karena itu, figur calon Sekda NTB seyogyanya mereka yang mampu mengatasi posisi sulit menjadi lebih stabil. Utamanya, bagaimana mampu menjaga komunikasi dengan kalangan DPRD NTB.

“Kalau saya tanpa mengabaikan kemampuan figur lainnya. Pak Iswandi, kami kenal dekat dengan kalangan dewan. Maksud kami inilah kreteria yang perlu diberikan pada pak gubernur, bukan sesepuh dan kalangan aktifis dan LSM yang berani vulgar menyebutkan sosok a itu tidak baik, dan hanya b saja yang baik,” ungkap Muzihir. “Saya heran dari mana mereka tahu ukuran kapabilitas dan kemampuan seseorang jika masih berbicara diluar sistem. Kami ini tahu betul siapa saja yang layak itu, tapi kami di DPRD memilih diam, karena Sekda itu adalah hak prenogatif pak Gubernur dan Kemendagri setelah memperoleh penilaian dari Pansel,” sambungnya.

Terpisah, Gubernur Zulkieflimansyah menegaskan akan melihat hasil Pansel dalam memilih Sekda NTB ke depan. Ia juga mengatakan Pansel sudah bekerja dengan fair. “Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Saya tunggu laporannya dulu besok malam,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Ditanya kriteria calon Sekda yang diinginkan, gubernur mengatakan tidak ada kriteria khusus. Karena lima orang calon Sekda NTB yang sedang ikut seleksi saat ini, semuanya bagus. Dan mereka sudah bekerja membantu gubernur melaksanakan tugas selama ini. “Jadi, nanti gubernur punya diskresi untuk memilih. Bukan berarti yang tidak terpilih kurang baik. Mungkin durasi untuk waktu sekarang ada orang yang lebih pas. Mungkin di waktu yang lain akan ada figur yang pas, kita gak tahu,” tandasnya.

Diketahui, saat ini tahapan seleksi Sekda NTB sudah memasuki penyusunan makalah pada Selasa, 15 Oktober 2019 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB. Selanjutnya, pada 16-17 Oktober, ke lima calon Sekda akan mempresentasikan makalah yang telah dibuat, termasuk juga tes wawancara.

Pada tahap ini, masing-masing calon Sekda akan menyampaikan ide dan gagasannya sebagai calon Sekda NTB. Sementara untuk penelusuran rekam jejak masing-masing calon Sekda dilakukan sejak 8 – 17 Oktober. Pansel membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan soal sepak terjang masing-masing calon Sekda.

Sebanyak lima pejabat Pemprov yang sedang ikut proses seleksi calon Sekda saat ini adalah Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si, Kepala Distanbun NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si, Kepala Bappenda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dan Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik