Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dukung Langkah Gubernur Mantan Ketua KONI Ingatkan KONI NTB Tak Lupakan Target Pelatda

0 14

MATARAM, DS– Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB HMNS Kasdiyono menilai, langkah Gubernur Zulkieflimansyah yang berencana memanggil para pengurus KONI NTB terkait polemik target 17 medali emas pada PON XX Papua tahun 2020 yang akan direvisi menjadi 12 medali dianggap tepat.

Mantan Ketua KONI NTB menegaskan, seharusnya yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana semua pihak fokus pada tupoksi masing-masing untuk dapat merealisasikan target PON Papua yang sudah ditetapkan tersebut.

“Janganlah gara-gara masalah anggaran yang kurang hanya Rp 1 miliar, lantas dijadikan alasan oleh KONI untuk merevisi target 17 medali emas yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari itu,” ujar Kasdiyono menjawab wartawan, Minggu (16/6).

Ia mengaku, saat ini yang mendesak dilakukan pengurus KONI NTB agar secepatnya mulai melakukan identifikasi cabang olahraga (cabor), identifikasi atlet dan identifikasi masalah. Sehingga target yang sudah ditetapkan itu bisa terealisasi. Selain itu, kata Kasdiyono, yang tidak kalah pentingnya para pengurus KONI harus mampu mencari dukungan dari masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha.

“Begitupun juga koordinasi dengan SKPD Dispora NTB harus tetap berjalan secara harmonis. Kami tidak ingin ada lagi komunikasi yang tidak baik antara pengurus KONI dan jajaran SKPD terkait apalagi pelaksanaan PON Papua tinggal menghitung hari lagi waktunya,” tegasnya.

Kasdiyono menuturkan, upaya Gubernur yang akan memanggil para pengurus KONI sangat positif. Sebab, hal itu adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap prestasi para atlet NTB yang saat ini tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung, yang dipersiapkan bertanding dalam Pra PON dan PON tersebut.

“Upaya pak gubernur itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungannya. Jadi, kalau misalnya solusi dana RP 1 miliar akan dicarikan melalui pembahasan APBD Perubahan 2019 misalnya, kami akan siap mengawal dam menyetujuinya di lembaga DPRD NTB, khususnya Komisi V DPRD NTB,” tandas Kasdiyono.

Politisi Demokrat NTB itu menambahkan, agar kepercayaan publik bisa tumbuh baik maka, pengurus KONI dan jajarannya, diharapkan tetap menjalankan program yang sudah dilaksanakan. Salah satunya melalui Pelatda itu.

“Insya Allah, saya meyakini sebagai orang yang pernah memegang kursi Ketua KONI NTB, dukungan akan bisa kita peroleh jika program yang kita buat dapat dilaksanakan tanpa ada rasa mengeluh dan terus mengeluh. Itu saja kuncinya, kalau soal uang yang kurang nanti kita bantu carikan kok,” pungkas Kasdiyono.

Sebelumnya, Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan, dirinya telah bertemu langsung dengan Kadis Dispora setempat terkait kepastian tidak akan ada turunnya target medali yang sudah ditetapkan tersebut.

Zul menegaskan, secepatnya akan memanggil para pengurus KONI NTB menyangkut tidak selesainya persoalan kisruh pendanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung bagi atlet NTB, yang dipersiapkan bertanding dalam Pra PON dan PON yang merujuk informasi terancam berhenti di tengah jalan.Alasannya dari anggaran yang diusulkan sebesar Rp 20 miliar, yang disetujui di antaranya sebesar Rp 3 miliar.

“Makanya, saya merasa bingung disaat target sudah ditetapkan, serta kita berkomitmen terus mencarikan solusi, tapi tetap saja muncul adanya keluhan-keluhan soal dana kurang dan lain sebagainya itu,” ujar Gubernur menjawab wartawan, beberapa hari lalu.

Menurut Zul, seharusnya para pengurus KONI NTB itu harus pandai bersyukur atas adanya dana yang disiapkan oleh APBD NTB mencapai Rp 3 miliar dari seharusnya Rp 4 miliar yang disetujui. Sebab, pihaknya tengah mencari cara agar bisa membantu kekurangan dana Pelatda tersebut. Yakni, dengan menggandeng para pengusaha untuk masuk membantu kekurangan dana tersebut. RUL.

Leave A Reply