Berbagi Berita Merangkai Cerita

Duh! Anak Dibawa Lari, Ayah Lapor Polisi

151

Inilah sosok M.Hadi Rifaldi yang dibawa lari ke Bali yang sangat diharapkan kembali ke pelukan kedua orangtuanya.

Selong, DS-M.Hadi Rifaldi (7 bulan), dibawa lari Kdk A yang juga neneknya sendiri ke Bali. Ditengarai sebagai perdagangn orang, ayah korban, M.Mardin didampingi Kadus Kekuang, melaporkan kasus tersebut ke Polres Lombok Timur, Minggu (29/3).

Kasus bermula ketika pada Jumat  (26/3) sore, Kdk A yang konon tinggal di Denpasar Bali, datang ke Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur. Kdk A yang sudah pindah keyakinan itu berkunjung bersama perempuan yang juga salah seorang bibi korban bernama Sri  dalam rangka menghadiri acara khitanan korban (Rifaldi).

Diduga untuk mengelabui orang tua korban (M.Mardin), Kdk A mengajak perempuan asal Montor Lekong, Desa Toya itu sehingga mereka diterima dengan baik oleh Mardin. Bahkan keduanya sempat menginap di kediaman korban.

Kadus Kekuang, Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Yusuf, Minggu (29/3), menuturkan pada hari Jumat itu Kdk A sempat meminta kepada ayah korban untuk mengajak anaknya jalan-jalan belanja pakaian dan boneka. Namun, orangtua korban tidak memperkenankannya.

Pada hari Sabtu (27/3) pagi, korban dibawa oleh Kdk A bersama seorang perempuan bernisial Mar dan Sri dengan alasan yang sama.  Orangtua korban menduga Kdk A akan kembali, hanya saja, hingga sore mereka tidak datang membawa M.Hadi Rifaldi.

Informasi keberadaan Rifaldi baru diketahui pada Sabtu menjelang maghrib. Hal itu berdasarkan keterangan Sri  yang ternyata sudah berada di Padangbai, Bali, dan mengaku ditinggal sendirian oleh Kdk A, Mar serta dua laki-laki penjemput.

Menurut penuturan Kadus Kekuang yang dihubungi via handphone,  mereka dijemput di jalan besar oleh dua orang laki-laki yang kemudian membawa serta korban menuju Lembar. Sedangkan kendaraan pinjaman yang digunakan disimpan di Alfamart.

“Sesampai di Padangbai terdapat pula mobil yang menjemput mereka. Di sanalah Sri ditinggal sendiri,” tutur Yusuf. Karena sendiri, Sri kemudian mencoba menghubungi Mar namun tidak bisa. Dia kemudian menelpon pamannya yang tinggal di Bali minta dijemput,” terang Yusuf.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lombok Timur, Judan Putrabaya, mengaku curiga kasus tersebut terkait dengan perdagangan orang.  Kata Judan, perempuan berinisial Mar itu juga diduga sempat menjual bayinya.

“Info ttg dia juga jual anaknya diperoleh dari Ayah korban tadi malam,” kata Judan via wa.

Kasus itu sudah dilaporkan ayah korban didampingi Kadus Kekuang kepada pihak berwenang bagian PPA Polres Lombok Timur, Minggu (20/3) pagi. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.