Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dua Tokoh NTB Terpapar Covid Setelah Divaksin

82
FOTO. dr. H. Lalu Hamzi FIkri. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Belakangan, kejadian orang dinyatakan positif Covid-19 usai beberapa hari disuntik vaksin Corona ramai diperbincangkan. Kondisi ini juga terjadi di NTB, seperti yang dirasakan oleh Korem 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani dan terbaru adalah Kadis Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi.

Selain itu, di wilayah lainnya di Indonesia juga luar negeri juga kasus tersebut terpapar pasca divaksin juga banyak terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, mengatakan, siapapun yang sudah divaksin akan bisa tertular Covid-19. Sebab, vaksin Sinovac itu masa membentuk antibodi atau masa panen kekebalan tubuh di hari ke-28.

“Jadi, setelah tahap pertama harus berlanjut saat penerima vaksin menerima vaksin tahap 2. Ini untuk membentuk anti bodi untuk tahap kedua agar lebih kuat. Jadi, bisa terpapar Covid jika tidak dilanjutkan usai vaksin tahap pertama,” kata Lalu Hamzi Fikri menjawab wartawan, Selasa (26/1).

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI), dr Erlina Burhan, mencontohkan sebanyak 240 warga Israel yang sudah disuntik vaksin Corona juga dinyatakan positif Covid-19 pada 3 Januari 2020 lalu.

"Setelah divaksin ada individu yang terinfeksi virus dari Covid-19, salah satu yang ditimbulkan pada 3 Januari adalah 240 warga Israel positif Covid-19," kata dr Erlina dalam siaran tertulisnya, Selasa (26/1).

Lantas apa kemungkinan penyebabnya?. Menurut dr Erlina, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa terkena Covid-19 meski baru beberapa hari disuntik vaksin Corona.

Salah satunya adalah karena mereka sudah terpapar virus pada beberapa hari sebelum divaksin. Terlebih, kata dr Erlina, kekebalan tubuh terhadap Covid-19 tidak bisa langsung terbentuk setelah divaksin. Misalnya, pada vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech, kekebalan tubuh baru bisa terbentuk 12 hari setelah disuntik vaksin.

"Timeline dari Pfizer, jadi hari pertama setelah dosis pertama disuntikkan, maka imunitas atau kekebalan itu akan terbentuk pada hari ke-12," ucap dr Erlina.

"Kemudian hari ke-21 dosis kedua (vaksin), akan diperiksa jumlah antibodinya, maka akan dikatakan dicapai imunitas yang penuh pada hari ke-28," tambahnya.

Maka dari itu, menurut dr Erlina, bisa saja orang-orang tersebut sudah terinfeksi virus atau sedang dalam masa inkubasi saat menerima vaksin Corona, sehingga mereka dinyatakan positif Covid-19 usai divaksin.

Bagaimana jika kekebalan tubuh sudah ada, tapi tetap terkena Covid-19? dr Erlina menjelaskan, apabila kekebalan tubuh sudah terbentuk usai divaksin, namun tetap terkena Covid-19 maka gejalanya tidak akan parah.

"Memang risiko terjangkit Covid-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun risikonya akan lebih rendah. Kalau pun terjangkit, gejala klinisnya juga ringan," jelasnya.

Contohnya, pada 25 relawan uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung yang dinyatakan positif Covid-19. Dari 25 relawan tersebut, 7 di antaranya adalah penerima vaksin Corona, sementara 18 lainnya disuntik plasebo, bukan vaksin.

Terpisah, Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Corona, Prof Kusnadi Rusmil mengatakan, 7 relawan penerima vaksin tersebut yang dinyatakan positif Covid-19 hanya mengalami gejala ringan.

"Dari yang 7 dapat vaksin itu semua ringan, kalau kita bagi level beratnya 1, 2, 3, dan 4. Nah, ini level 1 dan level 2, kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," tandas Prof Kusnadi. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.