Menu

Mode Gelap

Hukum · 9 Apr 2018 18:09 WITA ·

“Dr Mawardi Kami Rindu” di Jalan Mataram, NDI Klaim Ingatkan Aparat Kepolisian


					Inilah spanduk “Dr Mawardi Kami Rindu” yang kini marak terpasang di sejumlah ruas jalan protokoler di Kota Mataram. Perbesar

Inilah spanduk “Dr Mawardi Kami Rindu” yang kini marak terpasang di sejumlah ruas jalan protokoler di Kota Mataram.

MATARAM, DS – Spanduk bertulis “Dr Mawardi Kami Rindu”  kini marak terpasang di sejumlah ruas jalan protokoler di wilayah Kota Mataram. Pemasangan spanduk ini diklaim untuk mengingatkan semua pihak terkait atas kasus hilangnya Mantan Direktur Utama (Dirut) RSUP NTB sejak Rabu 23 Maret 2016 lalu.

Direktur Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Abdul Majid, mengaku tetap konsisten mengingatkan aparat kepolisan terkait hilangnya mantan pejabat teras Pemprov NTB itu selama 2 tahun 17 hari 7 jam 20 menit.

“Kita pasang itu agar mengingatkan aparat kepolisan. Karena, hingga kini belum ada kabar titik terang keberadaan sang dokter. Alih-alih ditemukan, Polda NTB sendiri telah menghentikan penyelidikan hilangnya dr Mawardi,” kata dia menjawab wartawan, Senin (9/4).

Majid menyatakan, pemasangan spanduk itu dilakukannya pihaknya Minggu (8/4) malam di sejumlah titik di Kota Mataram. Diantaranya, perempatan BI (Bank Indonesia), Bundaran eks Bandara Selaparang, depan Universitas Mataram (Unram), depan Polda NTB, Taman Adipura Ampenan, jalan Udayana.

“Serta, titik lainnya, yakni di bundaran Jempong, Gomong. Insya Allah, kami rencanakan malam nanti kita akan pasang di wilayah Lobar, yakni di Patung Sapi Gerung,”  ujarnya.

Majid menegaskan pemasangan spanduk yang dilakukannya bukan dalam rangka kepentingan politik. Namun lebih pada insiatif sendiri terkait kemanusiaan sekaligus bentuk keprihatinan warga NTB atas hilangnya satu orang yang merupakan salah satu pejabat tinggi di NTB tersebut.

“Saya mulai gerakan itu sejak tahun dari 2016 lalu. Sekali lagi, tidak ada hubungan masalah politik, karena ini murni kemanusiaan. Kami ingin menggerakkan kepolisian dan pihak pemprov NTB yang terkesan abai dan adem ayem saja atas kehilangan salah satu pejabatnya itu,” tegas Majid.

Majid menjelaskan pihaknya pada September 2017 lalu sempat melaporkan hilangnya dr. Mawardi pada Komnas HAM dan Mabes Polri. Bahkan Mabes Polri berjanji  membentuk tim untuk diterjunkan ke NTB guna menemukan keberadaan Mawardi.

“Sayangnya, janji itu yang belum terwujud. Padahal, oleh Komnas HAM, saya sempat dipanggil untuk dimintai klarifikasi, namun belum ada juga tindak lanjutnya,” jelasnya.

Majid menambahkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar aksi untuk memberikan dukungan pada kepolisian agar segera mencari keberadaan dr Mawardi.fahrul

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Program NTB Zero Unprosedural Mulai Terwujud, Kadis Nakertrans NTB Atensi Kiprah Kades dan Kadus

17 Mei 2022 - 17:13 WITA

Tuding Abdul Aziz Sebar Hoaks Soal Lahan 60 Hektare, Kuasa Hukum Ali BD Ajukan Rekonpensi di PN Sumbawa

12 Mei 2022 - 16:22 WITA

Korem 162/WB Gelar Penyuluhan Hukum

26 April 2022 - 15:11 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Ciduk Pengedar Sabu Jelang Lebaran

25 April 2022 - 14:29 WITA

Jangan Tinggalkan Rumah dengan Pintu Terbuka, Kejadian di Sandubaya Ini jadi Pelajaran

25 April 2022 - 14:16 WITA

Soal Kelanjutan Kasus BLUD RSUD Praya, Logis Sindir Kedatangan BPKP NTB ke Kejari Praya

23 April 2022 - 23:57 WITA

Trending di Hukum