Berbagi Berita Merangkai Cerita

DPRD Wonogiri Kunjungi DPRD Lotim Pelajari Kehumasan

0 15

SELONG,DS- Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah menggelar kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Lombok Timur dengan membawa serta wartawan. Dalam rombongan yang berjumlah 30 orang tersebut, sebanyak 11 wartawan diikut sertakan pada kunjungan yang diterima Dewan Lotim Kamis (12/03/2020).

Dalam kunker tersebut, DPRD Wonogiri bermaksud untuk mempelajari bentuk jalinan kerjasama antara wartawan dengan DPRD Lombok Timur. Sebagai referensi jalinan kerjasama yang baik antara wartawan dengan anggota DPRD serta Humas Dewan.

“Ada 11 wartawan yang kami libatkan dalam kunker ini. Tujuan kami yang pertama adalah mencari referensi jalinan kehumasan antara wartawan dengan DPRD, dan Humas Dewan,” demikian diungkapkan Sugeng Ahmadi, Wakil Ketua DPRD Wonogiri yang juga pimpinan rombongan.

Ia pun mempertanyakan kendala dalam jalinan kerjasama dengan wartawan, serta produk kehumasan yang telah dihasilkan oleh DPRD Lotim.

“Kedua, Bentuk kendala, dan cara mengatasinya. Dan yang terakhir, produk kehumasan apa yang telah dihasilkan?” tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsid, menyebutkan keberadaan Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), sebagai salah satu bagian yang diapresiasi karena dapat menjadi jembatan komunikasi antara wartawan dengan Dewan.

Ia pun menjelaskan keanggotaan FJLT diisi oleh seluruh wartawan yang bertugas liputan di wilayah kabupaten Lombok Timur. “Kami sangat bersyukur dengan adanya forum tersebut, dapat menjadi penyambung komunikasi kami dengan kawan-kawan jurnalis,” ucap Badran.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat FJLT, Lalu Kamil, menuturkan proses terbentuknya FJLT yang lahir dari semangat wartawan Lotim untuk memperkuat komunikasi dengan Eksekutif dan Legislatif.

Kamil pun menuturkan bentuk kerjasama yang telah mulai terjalin antara wartawan dengan DPRD Lotim melalui perantara FJLT. Salah satunya, keikutsertaan wartawan dalam kunker bersama Dewan berdasarkan rekomendasi dari FJLT. Sehingga, kunker tidak lagi diikuti oleh wartawan yang melakukan lobi-lobi berdasarkan kedekatan semata.

“Dulu memang wartawan juga sering ikut kunker. Tapi, itu ditentukan berdasarkan kedekatan saja. Kalau sekarang, melalui FJLT kita bisa memberlakukan keadilan bagi wartawan agar bisa bergiliran,” jelasnya.
Ia pun sempat menyampaikan kekagumannya atas kunker yang dilakukan DPRD Wonogiri dengan melibatkan 11 wartawan sekaligus. Serta menyampaikan harapan agar hal serupa juga dapat diterapkan bagi wartawan Lombok Timur.

“Semoga DPRD Lotim juga bisa mengajak kunker banyak wartawan sekaligus. Semoga juga kunjungan pertama kita ke Wonogiri,” harapnya.dd

Leave A Reply