A place where you need to follow for what happening in world cup

DPRD Tak Tolerir Kasus Pembobolan Bank NTB Syariah

62

FOTO. Sembirang Ahmadi. (FOTO rul)

MATARAM, DS – Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, mendukung langkah yang dilakukan Direksi Bank NTB Syariah yang melaporkan pegawainya ke Polda NTB atas dugaan pembobolan dana sebesar Rp10 miliar.

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo dengan melaporkan dugaan penyelewengan itu kepada penegak hukum, sehingga kasus ini bisa dibuka secara terang benderang,” kata Sambirang di Mataram, Kamis (1/4).

Sambirang menyatakan, Komisi III DPRD NTB selaku mitra Bank NTB Syariah tidak menolerir aksi-aksi pembobolan semacam itu. Karena hal tersebut dapat merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTB Syariah sebagai bank milik pemerintah daerah.

“Modal bank itu adalah kepercayaan. Tentu ini harus diambil pelajaran. Apa lagi namanya dunia perbankan itu pruden-nya yang harus menjadi hal yang penting. Kemudian betapa penting juga soal profesionalisme yang harus ditegakkan, karena bagaimanapun Bank NTB Syariah ini adalah milik daerah,” ucap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Sambirang, Komisi III tentu akan menunggu hasil kerja penegak hukum untuk membongkar kasus pembobolan uang di Bank NTB Syariah tersebut. Bahkan, pihaknya akan memanggil pihak manajemen bank untuk mendengar sesungguhnya apa yang terjadi sehingga kasus ini juga bisa juga diketahui oleh publik. Tak hanya itu, anggota DPRD NTB dari Dapil Sumbawa dan Sumbawa Barat tersebut meminta penegak hukum mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk mencari aktor lain dibalik pembobolan tersebut.

“Yang jelas kita di komisi sangat mendukung Direksi Bank NTB yang telah melaporkan kasus ini kepada penegak hukum. Kalau ada pihak lain yang terlibat di dalamnya kita minta ini dibongkar sampai tuntas,” katanya.

Sebelumnya, Direksi Bank NTB Syariah memastikan keseriusannya dalam menangani dan menuntaskan kasus dugaan fraud yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum pegawai Bank NTB Syariah. Manajemen Bank NTB Syariah secara resmi telah melaporkan temuan itu kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian. Bank NTB Syariah resmi melaporkan dugaan penyelewengan tersebut ke Polda NTB. Pihak Bank diterima jajaran Dirkrimsus Polda NTB pada Selasa, 30 Maret 2021.

Dalam laporannya, pihak Bank NTB Syariah menjelaskan adanya temuan dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum pegawai Bank NTB Syariah. Langkah ini sebagai kelanjutan dari laporan dan penyampaian progres perkembangan permasalahan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan sejak tanggal 5 Februari 2021.

“Intinya kami sangat serius menyelesaikan masalah ini dengan baik dan tetap memegang azas praduga tak bersalah. Makanya kami melaporkan temuan internal dan progres perkembangan permasalahan ini ke OJK sejak tanggal 5 februari 2021 dan hari ini ke pihak Kepolisian, mudah-mudahan pihak Kepolisian dapat segera membantu mengungkapkan dengan jelas,” kata Direktur Utama PT Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo, Selasa (30/3).

Direktur Utama Bank NTB Syariah menyampaikan masyarakat dan nasabah tidak perlu khawatir dalam bertransaksi di Bank NTB Syariah, karena temuan ini justru adalah hasil perbaikan yang dilakukan manajemen Bank NTB Syariah secara menyeluruh pasca konversi menjadi Bank Umum Syariah sejak September 2018 yang lalu.

“Nasabah atau masyarakat tak perlu khawatir bahkan curiga adanya konspirasi, karena manajemen memastikan komitmen penyelenggaran Bank yang menjunjung tinggi kepercayaan nasabah dan tidak mentolerir adanya penyalahgunaan. Program rotasi yang dilakukan merupakan strategi manajemen sebagai salah satu bentuk komitmen manajemen Bank NTB Syariah dalam program anti fraud,” tambah Direktur Utama Bank NTB Syariah.

Di era keterbukaan informasi ini, masyarakat dan nasabah sudah bijak dalam memilah berita yang diterima dan yakin mampu menilai isu yang berkembang di masyarakat. Bank NTB Syariah saat ini begitu menjadi perhatian karena pada saat yang bersamaan Bank NTB Syariah menunjukan peran aktif dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam berbagai sektor, khususnya pada masa pandemi Covid-19.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk bersama-sama mempercayakan pananganan dan penyelesaian permasalahan ini kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas