Berbagi Berita Merangkai Cerita

DPRD Mulai Bahas KUA PPAS 2021

30

Selong, DS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur bersama Pemerintah Daerah mulai melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Lombok Timur, Selasa(20/10).

Pembahasan diawali penyampaian penjelasan Kepala Daerah terhadap KUAP-PPAS 2021 yang disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sj.

Wabup menyampaikan tahun anggaran 2021 mendatang merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023.

“Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah tersebut mengakibatkan berubahnya Struktur APBD, kodefikasi, serta nomenklatur program dan kegiatan sebelumnya yang mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,“ Paparnya.

Dasar kebijakan penyusunan KUA PPAS Tahun 2021 ini juga, lanjut Rumaksi mengacu pada beberapa kebijakan mendasar dalam mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Dia menekankan, arah kebijakan belanja daerah harus mendukung target capaian prioritas pembangunan daerah tahun 2021 sesuai dengan kemampuan pendapatan daerah.

“Target pendapatan daerah pada Tahun 2021 adalah sebesar lebih dari Rp 2,778 triliun dengan rincian Pendapatan Asli Daerah sebesar lebih dari Rp 376,961 milyar dan Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1,789 triliun lebih, ditambah lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 616,562 milyar, sementara pendapatan transfer masih mendominasi sebesar 64,42%,“Jelas Mantan Anggota DPRD NTB ini.

Di depan anggota DPRD, Wabup juga menyampaikan sejumlah komponen belanja pada APBD 2021 mendatang seperti alokasi dana sebesar 5 milyar untuk subsidi Bunga Bank bagi kelompok tani ternak yang memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pemerintah juga memberikan bantuan biaya Pendidikan Dasar dan Menengah bagi anak yatim senilai 7,5 milyar. Bantuan ini merupakan tahun ketiga dengan besaran yang meningkat setiap tahunnya.

Dijelaskan pula kenaikan alokasi anggaran belanja Pegawai pada APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi 1,059 triliun atau naik sebesar 102,764 milyar lebih dari alokasi anggaran Tahun 2020.

“Kenaikan tersebut dipengaruhi adanya kenaikan pada komponen gaji pegawai, tunjangan profesi guru sertifikasi, tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja, serta komponan iuran wajib pembayaran BPJS dan iuran jaminan kecelakaan kerja dan kematian,“ tambahnya.

Selain itu pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak yang sebelumnya dijadwalkan pada 2020 namun tertunda akibat pendemi Covid-19 untuk 29 Desa, rencanaya akan digelar tahun 2021 sehingga dialokasikan juga bantuan keuangan kepada panitia pemilihan kepala desa sebesar Rp. 1,962 milyar lebih. Serta dianggarkan pula pengadaan Sepeda Motor Pekasih sebesar 5 milyar.

Sementara pada komponen belanja daerah bidang kesehatan, sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang merupakan salah satu komponen dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemerintah berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Hal itu dapat dilihat dari alokasi anggaran pada Dinas Kesehatan sebesar 10,612 milyar lebih dan pada RSUD sebesar 81,557 milyar.

“Terkait pembangunan infrastruktur daerah, dialokasikan pula anggaran sebesar 222,410 milyar melalui penerimaan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah pada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yang digunakan untuk Pembangunan Infrastruktur jalan sebesar 105 milyar, Infrastruktur Air Bersih dan Infrastruktur Dasar sebesar 62,5 milyar,“ tambahnya.

Selain itu, untuk merespon kebijakan strategis nasional KEK Mandalika dan menyongsong Moto GP 2021, Pemerintah akan melakukan penataan Kawasan Pantai Ekas di wilayah Jerowaru.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.