Berbagi Berita Merangkai Cerita

DPRD Minta Gubernur Patuhi Saran Kemenlu RI 

0 4

MATARAM, DS – Dua kebijakan Gubernur Zulkieflimansyah masing-masing pelaksanaan mutasi pejabat pemprov dan pengiriman mahasiswa NTB ke luar negeri yang kini gencar dilakukan menuai kritik kalangan anggota DPRD NTB. Salah satunya, Fraksi PPP.

Sebab, kendati pergesaran dan pengisian pejabat merupakan wewenang gubernur, serta negara tujuan untuk lokasi program beasiswa itu merupakan hak mutlak kepala daerah, gubernur perlu mempertimbangkan aspek kemitraan antara dua lembaga, yakni DPRD dalam kesatuan pelaksanaan program pembangunan di daerah.

“Minimal, jika itu merupakan program yang bersifat strategis, seharusnya Pak gubernur minimal melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan DPRD. Ini penting, agar sinergisitas program kemitraan antar lembaga dapat berjalan dengan baik, sehingga jika masyarakat mempertanyakan hal itu, bisa kita bantu jawab sekaligus menyolisasikannya ke rakyat,” ujar Sekretaris Fraksi PPP DPRD NTB, H. Muzihir menjawab wartawan, Kamis (17/1).

Pihaknya memahami ide dan gagasan besar Gubernur Zulkieflimansyah bagi kemaslahan warga NTB terkait pengiriman mahasiswa ke luar negeri tersebut. Hanya, saja jangan sampai program itu menabrak aturan.

Apalagi, kata Muzihir, kementrian luar negeri (Kemenlu) telah pula melayangkan teguran pada pemprov NTB untuk menghentikan sementara pengiriman mahasiswa ke luar negeri.

“Saran kami, teguran Kemenlu itu positif, karena yang diminta adalah jangan mahasiswa NTB dikirim ke negara yang kualitas perguruan tingginya dibawah kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Itu artinya, ada sejumlah negera yang diajak kerjasama oleh pemprov NTB, kualitas pendidikannya dibawah negara kita,” tegas dia.

Muzihir mengaku, pihaknya perlu prihatin manakala jika benar informasi terkait rumors yang berkembang akan adanya perlakuan mahasiswa NTB yang berada di luar negeri di haruskan bekerja juga di perusahaan swasta di negara tersebut.

“Jajaran pemprov NTB harus mengecak kabar kebenaran informasi itu. Karena, apa gunanya kita kirim mahasiswa untuk belajar jauh-jauh ke luar negeri, tapi mereka disana malah ‘dipaksa’ juga bekerja di perusahaan. Memang filosofimencapai keberhasilan harus melalui jalan terjal yang penuh resiko benar adanya. Asalkan, satu jangan menabrak rambu-rambu keadilan, serta tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya,” ucap Muzihir. RUL

Leave A Reply