Berbagi Berita Merangkai Cerita

DPRD Dorong Gubernur Pilih Vaksin Halal untuk Masyarakat Muslim NTB

12

FOTO. TGH. Hazmi Hamzar (kanan) saat bersama istrinya. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Penduduk di NTB mayoritas muslim. Oleh karena itu, penggunaan vaksin halal merupakan sebuah keharusan.

“Kita dorong, pemerintah dalam hal ini gubernur, bupati, dan wali kota bertanggung jawab untuk memilihkan vaksin halal untuk rakyatnya yang muslim,” kata Anggota Komisi V DPRD NTB Fraksi PPP TGH. Hazmi Hamzar, pada wartawan, Jumat (14/1)

Ketua Dewan Yayasan Maraqitta’limat ini menegaskan, selama ada vaksin halal maka tidak boleh menggunakan vaksin haram. Vaksin haram dapat digunakan saat kondisi darurat.

“Selama masih ada vaksin halal, nggak boleh menggunakan vaksin haram,”ujar Hazmi.

Ketua Jaringan Kiyai Santi Nasional (JKSN) ini menilai persoalan ini berpotensi menjadi bola panas jika sudah ada yang mempertanyakan.

Terlebih, lanjut Hazmi, NTB merupakan daerah yang dikenal sebagai Bumi Sejuta Masjid. Di mana, mayoritas masyarakatnya religius.

Oleh karena itu, pemberian vaksin lanjutan (booster) di NTB harus memerioritaskan pada vaksin halal.

Hazmi mencontohkan, bagaimana penderita penyakit jantung yang menggunakan obat kandungan babi yang dinilai lebih murah. “itu bisa dilakukan selama yang halal sulit ditemukan. Tapi kalau ada vaksin yang halal, ngapain pakai yang haram,” ungkap Hazmi.

Menurut dia, prosentase vaksin, sebaiknya harus dibagi. Artinya, berapa persen vaksin halal dan berapa persen vaksin yang bisa digunakan non muslim. Dengan begitu, masyarakat bisa nyaman untuk menerima vaksin.

“Disini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, harus ikut menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Salah satunya memerioritaskan vaksin halal bagi umat muslim. Maka, yang harus aktif justru pemerintah. Mereka harus serius dan berinisiatif memberikan vaksin halal,” jelas Hazmi.

Ia mengimbau masyarakat untuk jeli menerima vaksin. Terlebih, sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyangkut penggunaan vaksin halal. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.