Berbagi Berita Merangkai Cerita

DPRD Desak RS Rujukan Sumbawa Dibenahi Layanan Setara RSUD Provinsi NTB

47

FOTO. H. Lalu Budi Suryata (kiri) dan H. Bohari Muslim. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Komisi V DPRD NTB meminta Dirut RSUD Provinsi setempat untuk fokus melakukan perbaikan dan pembenahan layanan di Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa. Pasalnya, hingga kini, fasilitas dan sarana prasarana, serta tenaga dokter spesialis masih dirasa minim. Akibatnya, pelayanan di RSU Rujukan Provinsi NTB di Sumbawa tersebut masih dikeluhkan oleh masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD NTB, HL. Budi Suryata, mengatakan, persamaan pelayanan kesehatan antara RS di Pulau Lombok dan Sumbawa, harus mulai difikirkan oleh Dirut RSUD Provinsi.

“Bila perlu para tenaga dokter spesialis yang ada di RSUD Provinsi NTB diroling ke RSU Rujukan Provinsi NTB di Sumbawa,” kata Budi pada wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/11).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, persamaan pelayanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh Pemprov antara RS di Pulau Lombok dan Sumbawa

Sebab, Budi mendengarkan langsung keluhan salah satu pasien asal Bima yang harus menunggu hingga dua bulan di RSU L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa untuk dilakukan penindakan medis terkait penyakit cuci darah.

“Pasien dari Bima itu datang ke saya setelah dua bulan dilayani di RS L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa. Nah disitu, karena ketiadan tenaga spesialis, pasien itu pulang ke Bima, dan kini kritis kondisinya,” ujarnya.

Budi mengatakan, keberadaan RS L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa harus mulai difikirkan perbaikan layanan hingga fasilitas medisnya. Apalagi, ide awal adanya RS tersebut adalah mengkover pasien yang ada di lima RSUD di Pulau Sumbawa.

“Pak Dirut RSUD Provinsi NTB yang baru, wajarlah kita tantang untuk mulai berkreasi memikirkan perbaikan layanan yang tidak saja di lakukan RSUD Provinsi. Tapi, bagaimana juga di RS Rujukan di Sumbawa mulai dilakukan perbaikan. Termasuk, penambahan dokter spesialnya,” jelas dia.

Sementara itu, Anggota Komisi V lainnya, H. Bohari Muslim meminta agar Pemprov NTB melalui OPD terkait untuk mulai meningkatkan tipe dari RS L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa.

Apalagi, hal itu sejalan dengan telah diperolehnya dana senilai Rp 500 miliar dari dana pinjaman daerah dari PT SMI untuk meningkatkan fasilitas di RSUD Provinsi NTB menjelang perhelatan WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

“Saran saya, dana pinjaman itu bukan angsih untuk RSUP Provinsi NTB tapi dibagi juga ke RS L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa. Ini karena RS itu adalah milik Pemprov NTB,” kata Bohari.

Politisi Nasdem itu meminta agar pemerataan pelayanan di RS Provinsi NTB agar tidak ada lagi kedepannya. Baik RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram dan RS L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa.

“Dengan visi pak Gubernur yang akan fokus memperbaiki tata kelola layanan pemerintahannya. Maka, ini harus diaplikasikan oleh bawahannya bahwa, jangan lagi ada dikotomi antara warga Pulau Sumbawa dan Lombok. Disitu, kita dorong RSU Rujukan di Sumbawa juga harus dipenuhi fasilitas, sarana prasarana hingga tenaga dokter spesialnya,” tandas Bohari Muslim. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.