Menu

Mode Gelap

Hukum · 9 Sep 2022 15:52 WITA ·

DPD IMM NTB Kecam Tindakan Represif terhadap Kader IMM NTB


					Nasruddin Perbesar

Nasruddin

Mataram, DS-Salah satu kader IMM Kota Mataram terlibat bentrok dengan aparat kepolisian hingga mengakibatkan luka memar di wajah dan di sekujur tubuh.Hal itu terjadi dalam aksi demonstrasi jilid 2 di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Kamis (08/09/2022). Aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Saya mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh beberapa anggota kepolisian yang tidak bertanggungjawab terhadap salah satu kader kami,” tegas Nasaruddin, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD IMM NTB, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga BBM akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih akibat terdampak COVID-19 sekitar dua setengah tahun.

Menurut pria yang akrab disapa Nas itu, tindakan represif anggota kepolisian merupakan murni pelanggaran konstitusi dan amanat Undang-undang Dasar 1945 pasal 28E, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.Ia menambahkan bahwa aturan konstitusinya sudah jelas dan dipertegas dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan dan perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapatkan kepastian hukum perlakuan yang sama di hadapan hukum. Hak asasi manusia memberikan perlindungan terhadap kebebasan manusia tanpa diskriminasi,” paparnya.

Nas menegaskan tindakan represif aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi mahasiswa sudah melanggar amanat UU Nomor 2 tahun 2022 bahwa polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Terbukti di berbagai daerah banyak massa aksi bertumpahan darah dan berjatuhan di jalanan. “Karena aparat kepolisian tidak lagi menjadi mitra yang baik untuk masyarakat dan mahasiswa.” pungkasnya.

Jika tindakan seperti ini (represif, red) dilakukan aparat kepolisian di setiap aksi demonstrasi, kata dia, maka akan jadi ancaman serius bagi proses dan keberadaan demokrasi di Indonesia.md

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sebanyak 41 Tersangka Kasus Perjudian Diamankan Polda NTB

26 Agustus 2022 - 10:18 WITA

Polisi Tembak Polisi, OKP Cipayung Plus NTB Desak Presiden Copot Kapolri

20 Agustus 2022 - 15:12 WITA

Bongkar Sindikat Narkoba, 13 Tersangka Diamankan Bersama Kiloan Sabu dan Ganja

20 Agustus 2022 - 07:20 WITA

Satu dari Empat Terduga Pelaku Pencurian di Pagesangan Tertangkap Tim Opsnal Polsek Pagutan

18 Juli 2022 - 16:31 WITA

Razia di Ruang Tahanan, Benda Ini yang Ditemukan Polisi

17 Juli 2022 - 19:06 WITA

Polda NTB akan Dalami Kasus Pencabulan yang Dilaporkan Sejumlah Mahasiswi

1 Juli 2022 - 12:36 WITA

Trending di Hukum