DPD IMM NTB Kecam Tindakan Represif terhadap Kader IMM NTB

Nasruddin

Mataram, DS-Salah satu kader IMM Kota Mataram terlibat bentrok dengan aparat kepolisian hingga mengakibatkan luka memar di wajah dan di sekujur tubuh.Hal itu terjadi dalam aksi demonstrasi jilid 2 di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Kamis (08/09/2022). Aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Saya mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh beberapa anggota kepolisian yang tidak bertanggungjawab terhadap salah satu kader kami,” tegas Nasaruddin, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD IMM NTB, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga BBM akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih akibat terdampak COVID-19 sekitar dua setengah tahun.

Menurut pria yang akrab disapa Nas itu, tindakan represif anggota kepolisian merupakan murni pelanggaran konstitusi dan amanat Undang-undang Dasar 1945 pasal 28E, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.Ia menambahkan bahwa aturan konstitusinya sudah jelas dan dipertegas dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan dan perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapatkan kepastian hukum perlakuan yang sama di hadapan hukum. Hak asasi manusia memberikan perlindungan terhadap kebebasan manusia tanpa diskriminasi,” paparnya.

Nas menegaskan tindakan represif aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi mahasiswa sudah melanggar amanat UU Nomor 2 tahun 2022 bahwa polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Terbukti di berbagai daerah banyak massa aksi bertumpahan darah dan berjatuhan di jalanan. “Karena aparat kepolisian tidak lagi menjadi mitra yang baik untuk masyarakat dan mahasiswa.” pungkasnya.

Jika tindakan seperti ini (represif, red) dilakukan aparat kepolisian di setiap aksi demonstrasi, kata dia, maka akan jadi ancaman serius bagi proses dan keberadaan demokrasi di Indonesia.md

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.