Berbagi Berita Merangkai Cerita

DP3AKB Lotim Harap Perda Pernikahan Dini jadi Perbup

128

H.Ahmat

SELONG, DS- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), H. Ahmat berharap Perda NTB tentang Pernikahan Dini dapat diturunkan menjadi Peraturan Bupati Lombok Timur.

Mendukung penuh Peraturan Daerah (Perda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Tentang Pencegahan Perkawinan Anak yang telah di sahkan dan diharapkan bisa dikerucutkan menjadi peraturan Bupati.

“Perda itu sangat kami butuhkan, mengingat angka pernikahan dini di Lotim sangat tinggi,” ucap Ahmat saat dijumpai Selasa (02/02).

Menurutnya, perlu keterlibatan berbagai pihak untuk membantu penurunan angka pernikahan dini di Lombok Timur. Termasuk peranan pemerintah desa sebagai garda terdepan.

Apabila ada masyarakat ataupun unsur pemerintah desa yang terlibat dalam proses pernikahan anak di bawah umur, perlu diberlakukan sanksi tegas. Tidak hanya berupa denda tapi juga perlu diberikan efek jera dengan memberi hukuman pidana kurungan.

Dari data yang dimiliki pihaknya, terjadi peningkatan angka pernikahan dini di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun 2019. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 11 kasus pernikahan dini. Sementara pada tahun 2020 angkanya melesat drastis menjadi 42 kasus.

“Itu kasus yang tercatat saja, kita tidak tahu kasus yang tidak tercatat yang tidak kita ketahui,” katanya.

Kecamatan Jerowaru menjadi penyumbang angka pernikahan dini terbesar di Lombok Timur, dengan jumlah sebanyak 15 kasus. Disusul Kecamatan Peringgabaya sebanyak 10 kasus, Sakra Timur 9 kasus, Sambelia 5 kasus, Sakra Barat, Selong dan Suela masing-masin satu kasus.

Angka pernikahan dini di Lombok Timur meningkat sejak diberlakukannya Belajar Dari Rumah (BDR). Sehingga cenderung para siswa menghabiskan waktu dengan telepon genggam tanpa pengawasan dari orangtua.

“Ini merupakan tugas kita bersama, dalam menghadapi era digitalisasi ini,” ucapnya.

Peran anak muda sebagai pelopor penyuluh pernikahan dini sangat diperlukan. Melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.