Berbagi Berita Merangkai Cerita

DP3AKB Harap Ada Aturan Khusus Pencegahan Pernikahan Dini di Sekolah

12

H.Ahmat

SELONG, DS – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, meminta agar ada peraturan khusus pencegahan pernikahan dini di sekolah. Hal ini dibutuhkan dalam rangka mendukung Peraturan Daerah (Perda) Pernikahan Dini Lombok Timur.

Kepala DP3AKB Lotim, H. Ahmat mengatakan, Perdes tidak cukup untuk mencegah pernikahan dini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) juga harus membuat aturan khusus, mengingat banyaknya siswa yang melakukan pernikahan dini.

“Sebab kebanyakan anak yang menikah dini adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah,” tutur Ahmat.

Langkah ini akan lebih efektif karena antara satu peraturan dan peraturan lainnya akan saling menguatkan. Tentunya dengan pemberian sangsi yang lebih tegas bagi yang menikahkan anak dibawah umur.

Pernikahan anak usia dini menjadi penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan di Lombok Timur. Bagaimana tidak, anak yang belum masuk usia kerja terpaksa harus tinggal di rumah orangtua dan tetap menjadi tanggungan.

“Faktor utama yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah, kemiskinan, dan kematian ibu dan anak karena pernikahan usia anak ini,” ungkapnya.

Penyebab putus sekolah di Lombok Timur, menurut Ahmat bukan semata-mata karena faktor kesulitan ekonomi. Karena pemerintah telah berupaya memberikan bantuan pendidikan kepada anak sekolah.

“Pemerintah sudah membantu biaya anak sekolah lewat PKH, jadi itu bukan karena alasan ekonomi,” tandasnya.

Ahmat pun berharap semua pihak ikut andil dalam mencegah pernikahan dini. Terutama peran serta orang tua dalam membina anak-anaknya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.